Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 5 Juli 2026, Tarif Rp12.000
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 5 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000
Salah satu pemateri memaparkan materi dalam diskusi daring di Kota Jogja bertajuk Minyak Kelapa, Solusi Tepat saat Minyak Langka. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA--Besarnya potensi kelapa ternyata belum dimaksimalkan pengolahannya. Produk hasil pertanian ini bisa diolah menjadi minyak goreng yang mudah dan murah sebagai pengganti minyak goreng sawit yang saat ini langka. Hal ini dibahas dalam Millennial Agriculture Forum (MAF) secara daring.
Praktisi dari Pengolahan Kelapa Terpadu Arif Nur Wahyudi menilai kelangkaan minyak sawit sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena ada minyak kelapa. Bahkan minyak kelapa bisa diproduksi secara mandiri, tetapi kadang masyarakat malas untuk memulainya karena terbiasa dengan kemudahan membeli minyak sawit.
Padahal minyak kelapa sangat mudah dan murah diproduksi serta bahan baku bisa ditemukan di sekitar kita. Karena Indonesia termasuk penghasil kelapa terbesar di dunia dengan jumlah kebun di atas 90% adalah milik petani dan baru sekitar 50% yang hasil panennya terolah. Adapun produksi kelapa per tahun saat ini baru mencapai 18 juta ton.
"Kalau untuk mengganti minyak goreng yang saat ini sedang heboh, kalau diganti dengan produk minyak kelapa itu sangat bisa memenuhi kebutuhan minimal lokal. Tetapi jarang sekali di daerah penghasil kelapa itu masyarakatnya memproduksi minyak kelapa, seperti di Purworejo, Kebumen," katanya dalam diskusi Minyak Kelapa, Solusi Tepat saat Minyak Langka yang dipantau melalui Youtube, Senin (11/4/2022).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Profesor Dedi Nursyamsi menambahkan perubahan iklim saat ini sudah mempengaruhi produksi pangan dunia. Negara besar rata-rata mengalami penurunan produksi antara 10% hingga 30%. Oleh karena itu harus solutif dalam merespons bentuk kelangkaan pangan salah satunya melalui diversifikasi pangan. Salah satunya mengganti minyak goreng sawit menjadi minyak goreng kelapa. Cara ini sekaligus untuk membentuk ketahanan pangan di level nasional.
"Kita harus genjot produktivitas dan produksi pangan serta melakukan diversifikasi pangan lokal. Misalnya mengganti kedelai dengan koro pedang, daging sapi dengan daging ayam dan diversifikasi minyak goreng sawit dengan minyak kelapa,” katanya.
Menurutnya dalam berbagai kesempatan Mentan Syahrul Yasin Limpo sudah mengingatkan bahwa pandemi Covid 19 dan perubahan iklim menjadi tantangan terbesar bidang pertanian dalam memenuhi pangan nasional karena FAO pun sudah mengingatkan terkait krisis pangan ini.
Direktur Polbangtan Yogyakarta Bambang Sudarmanto menyatakan saat ini bukan saatnya insan pertanian turut berpolemik dengan berkutat pada isu yang beredar, namun harus ikut melakukan upaya optimalisasi sumber daya alam yang dimiliki. Menurutnya kemandirian pangan bisa diciptakan dengan memaksimalkan hasil pertanian lokal seperti halnya memanfaatkan minyak kelapa. "Kolaborasi antara akademisi, praktisi dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkannya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Minggu 5 Juli 2026 lengkap dengan jam keberangkatan, rute, dan tarif Rp12.000
Kemenangan Ai Ogura di MotoGP Belanda 2026 menyisakan empat pembalap yang masih menanti kemenangan perdana di kelas premier MotoGP.
8 fakta dramatis Brasil vs Norwegia: gol dianulir, penalti gagal, Haaland 2 gol, dan Brasil tersingkir di 16 besar sejak 1990. Norwegia ke perempat final!
Hyundai Ioniq 5 menjadi mobil listrik non-Tesla terlaris di Amerika Serikat pada semester pertama 2026 dengan penjualan mencapai 20.730 unit.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini Senin 6 Juli 2026 terpantau stabil. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru.
Atlético Madrid rekrut kiper sensasi Piala Dunia 2026, Vozinha, dengan nilai transfer Rp211 miliar. Kiper Tanjung Verde ini dikontrak hingga 2029.