Listrik Padam Mulai Pukul 10.00 WIB: Sleman, Bantul, dan Kota Jogja
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Salah satu pemateri memaparkan materi dalam diskusi daring di Kota Jogja bertajuk Minyak Kelapa, Solusi Tepat saat Minyak Langka. /Youtube.
Harianjogja.com, JOGJA--Besarnya potensi kelapa ternyata belum dimaksimalkan pengolahannya. Produk hasil pertanian ini bisa diolah menjadi minyak goreng yang mudah dan murah sebagai pengganti minyak goreng sawit yang saat ini langka. Hal ini dibahas dalam Millennial Agriculture Forum (MAF) secara daring.
Praktisi dari Pengolahan Kelapa Terpadu Arif Nur Wahyudi menilai kelangkaan minyak sawit sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan karena ada minyak kelapa. Bahkan minyak kelapa bisa diproduksi secara mandiri, tetapi kadang masyarakat malas untuk memulainya karena terbiasa dengan kemudahan membeli minyak sawit.
Padahal minyak kelapa sangat mudah dan murah diproduksi serta bahan baku bisa ditemukan di sekitar kita. Karena Indonesia termasuk penghasil kelapa terbesar di dunia dengan jumlah kebun di atas 90% adalah milik petani dan baru sekitar 50% yang hasil panennya terolah. Adapun produksi kelapa per tahun saat ini baru mencapai 18 juta ton.
"Kalau untuk mengganti minyak goreng yang saat ini sedang heboh, kalau diganti dengan produk minyak kelapa itu sangat bisa memenuhi kebutuhan minimal lokal. Tetapi jarang sekali di daerah penghasil kelapa itu masyarakatnya memproduksi minyak kelapa, seperti di Purworejo, Kebumen," katanya dalam diskusi Minyak Kelapa, Solusi Tepat saat Minyak Langka yang dipantau melalui Youtube, Senin (11/4/2022).
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Profesor Dedi Nursyamsi menambahkan perubahan iklim saat ini sudah mempengaruhi produksi pangan dunia. Negara besar rata-rata mengalami penurunan produksi antara 10% hingga 30%. Oleh karena itu harus solutif dalam merespons bentuk kelangkaan pangan salah satunya melalui diversifikasi pangan. Salah satunya mengganti minyak goreng sawit menjadi minyak goreng kelapa. Cara ini sekaligus untuk membentuk ketahanan pangan di level nasional.
"Kita harus genjot produktivitas dan produksi pangan serta melakukan diversifikasi pangan lokal. Misalnya mengganti kedelai dengan koro pedang, daging sapi dengan daging ayam dan diversifikasi minyak goreng sawit dengan minyak kelapa,” katanya.
Menurutnya dalam berbagai kesempatan Mentan Syahrul Yasin Limpo sudah mengingatkan bahwa pandemi Covid 19 dan perubahan iklim menjadi tantangan terbesar bidang pertanian dalam memenuhi pangan nasional karena FAO pun sudah mengingatkan terkait krisis pangan ini.
Direktur Polbangtan Yogyakarta Bambang Sudarmanto menyatakan saat ini bukan saatnya insan pertanian turut berpolemik dengan berkutat pada isu yang beredar, namun harus ikut melakukan upaya optimalisasi sumber daya alam yang dimiliki. Menurutnya kemandirian pangan bisa diciptakan dengan memaksimalkan hasil pertanian lokal seperti halnya memanfaatkan minyak kelapa. "Kolaborasi antara akademisi, praktisi dan pemerintah menjadi kunci untuk mewujudkannya," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PLN DIY jadwalkan pemadaman listrik 19 Mei 2026 di Sleman, Bantul, dan Kota Jogja akibat pemeliharaan jaringan pukul 10.00–13.00 WIB.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.