Eks Petinggi OpenAI Mundur, Peringatkan Bahaya Keamanan AI
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara dalam diskusi tentang wisata dan pemulihan ekonomi, Senin (11/4/2022)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Masyarakat perlu memberikan apresiasi terhadap batik sebagai master piece art dan jangan dipandang hanya sebuah tekstil atau motif saja.
Penghageng KHP Nitya Budaya Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat GKR Bendara mendukung pariwisata Jogja dari mass tourism (pariwisata massal) menuju quality tourism (pariwisata mengedepankan kualitas) dan responsible tourism. Generasi Z memiliki peran penting dalam mendorong konsep ini ke depannya.
GKR Bendara mendorong pariwisata Jogja untuk diarahkan pada konsep quality tourism, green tourism, responsible tourism dan sustanaibale tourism. Konsep ini bisa diterapkan tidak harus dengan biaya mahal, namun modal utamanya adalah kesadaran semua pihak. Baik dari sisi pengelola maupun edukasi terhadap wisatawan.
“Misalnya wisatawan datang tanpa membawa sampah yang luar biasa, jadi lebih pada quality tourism, lebih pada green tourism, responsible, sustainable tourism, ini sedang kami dorong,” katanya dalam diskusi pada Senin (11/4/2022).
Sebagaimana diketahui quality tourism merupakan wisata dengan mengedepankan kualitas dari kuantitas. Kemudian sustainable tourism lebih pada pengembangan untuk jangka panjang dan responsible tourism merupakan konsep pariwisata bertanggungjawab menjaga eksisten budaya lokal tanpa mengurangi unsur eksotisme.
Baca juga: Mengenal Beragam Motif Batik di Hari Batik Nasional, 2 Oktober
Bendara menilai generasi Z atau yang lahir antara 1996 hingga 2021 memiliki peran penting dalam mengembangan konsep pariwisata ini ke depannya. “Untuk generasi Z milenial ini yang penting, karena dia lahir di teknologi, bagaimana melakukan tetapi sebisa mungkin cerminkan budaya kita untuk mendorong pariwisata Jogja lebih responsible tourism,” ujarnya.
Salah satu contohnya terkait kearifan lokal batik yang harus dipahami cara penggunaannya oleh generasi Z. Batik jangan dianggap hanya sebagai motif tekstil. “Jangan pernah menggunakan batik parang atau kawung di lantai atau di sepatu. Apresiasilah batik sebagai master piece art jangan sebagai semacam tekstil atau motif saja, tetapi batik adalah master piece art,” ucapnya.
Inovasi dan kreativitas memang harus dilakukan namun untuk masuk pada ranah budaya tetap harus dijaga agar tidak berlebihan. Cara memahami nilai budaya inilah yang akan membuat wisata maupun budaya Jogja semakin baik di mata internasional.
“Berkreasilah tetapi tetap dalam ranah budaya harus dijaga, jangan sampai kreativitas kebablasan, misalnya ada gambar Gurda tetapi dibikin kebalik, begitu ditegur bilangnya kreativitas. Boleh berkreasi jangan memperlakukan batik seperti motif yang lain karena generasi Z adalah masa depan kita, sebisa mungkin membawa nama baik Jogja dorong budaya kita bisa sampai ke luar negeri,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Eks pimpinan keselamatan OpenAI David Robinson mundur dan memperingatkan risiko keamanan AI serta pentingnya pengawasan independen.
Max Verstappen meraih kemenangan perdana F1 2026 di GP Bahrain yang digelar di Sepang, mengungguli Kimi Antonelli dan Lewis Hamilton.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Senin 5 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.