193 Karya Seniman Difabel Dipamerkan, Ada Prangko Khusus
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Pantai Parangtritis, Bantul, didatangi para wisatawan pada Jumat (1/4/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pariwisata Bantul was-was dengan kejadian serangkaian kekerasan jalanan alias klithih dan tawuran berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bantul, karena wsiatawan akan takut berkunjung ke sejumlah objek wisata di Bumi Projotamansari.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan sampai saat ini belum ada pengaruhnya secara signifikan terkait kejahatan jalanan dengan kunjungan wisatawa. “Tapi hal itu tentu harus menjadi perhatian bagi semua pihak karena aksi kejahatan dapat membuat wisatawan tidak nyaman dan khawatir untuk berwisata ke Bantul. Nanti bisa merusak stigma pariwisata Bantul khususnya dan di DIY pada umumnya,” ujar Kwintarto, Jumat (15/4/2022)
Pihkanya juga akan ikut partisipasi dalam meminimalisir aksi kejahatan jalanan minimal bekerjasama dengan TNI-Polri dan pengelola wisata untuk melakukan penyisiran penjualan minuman keras dan narkoba di sekitar objek wisata.
Menurutnya miras dan narkoba bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya tindak pidana aksi kejahatan jalanan. Karenanya semua pengelola wisata dminta untuk selalu berkoordinasi dengan Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas di masing-masing wialayah, agar membentuk suatu standarisasi pengamanan dan tim di tingkat lokal guna mengantisipasi terjadinya aksi kejahatan jalanan dan tawuran di sekitar wilayah destinasi wisata.
BACA JUGA: WISATA JOGJA: Bus Jogja Heritage Track Mulai Diujicobakan Kelilingi Rute Sumbu Filosofi
“Antisipasi kejahatan jalanan dan tawuran harus diawali dengan tidak adanya minuman keras dan narkoba di area wisata, karena ini salah satu penyebabnya. Kami juga akan bentuk tim yang mengelola destinasi dan jika ada kejadian nanti tahu harus menghubungi siapa,” ujar Kwintarto.
Kapolres Bantul AKBP Ihsan dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan masyarakat untuk turut serta dan aktif membantu kepolisian dalam menangani aksi kejahatan jalanan dan tawuran. Minimal dengan melaporkan langsung jika melihat sekelompok orang atau remaja yang sedang nongrong atau dicurigai akan melakukan tawuran terutama pada malam hari.
Masyarakat bisa melaporkannnya langsung melalui Polsek, polres, atau petugas Bhabinkamtibmas yang ada di wilayahnya masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Ambulans Yayasan Lazia Pioner LHI dilempar pemotor di Gamping, Sleman. Pintu kendaraan penyok dan polisi memburu terduga pelaku.
Kebiasaan menghadapi orang pesimistis bisa menguras emosi. Simak lima cara menjaga batasan dan suasana hati menurut psikolog.
Kuota BBL Bantul 2027 belum ditetapkan. Sebanyak 10 kelompok nelayan berizin menunggu kepastian untuk kembali menangkap benih lobster.
Simak daftar 10 penguasa monarki terkaya di dunia. Kekayaannya ditaksir mencapai puluhan miliar dolar AS, tetapi sejumlah angka masih diperdebatkan.
Simak jadwal konser My Chemical Romance, BIGBANG, ENHYPEN, dan Maroon 5 di Jakarta International Stadium pada 2026-2027.