Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Peserta pelatihan Da'i Pelajar Muhammadiyah (PDPM) III tentang Dakwah Inklusif Pelajar pada hari Sabtu (16/4/2022) di Dusun Gangsiran, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman
Madurejo – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (PW IPM DIY) mengundang Kepala Pondok Pesantren (Ponpes) Waria Al-Fatah, Shinta Ratri untuk mengisi materi Pelatihan Da’i Pelajar Muhammadiyah (PDPM) III tentang Dakwah Inklusif Pelajar pada hari Sabtu (16/4/2022) di Dusun Gangsiran, Desa Madurejo, Prambanan, Sleman. Adapun PDPM III ini diikuti 18 peserta dari seluruh Indonesia.
Shinta Ratri menyampaikan Dakwah inklusif adalah memahamkan kelompok lain dengan dasar kesetaraan. “Dakwah inklusif bermula dari memberikan pemahaman tentang kesetaraan, dan posisi kita adalah memberi penguatan terhadap kelompok-kelompok yang rentan mendapatkan diskriminasi,” jelasnya.
Lanjutnya, ia menambahkan kelompok rentan seperti lansia, disabilitas, waria, penghayat kepercayaan. Selain itu mereka juga sesama makhluk memiliki hak yang sama seperti manusia lainnya.
“Dakwah yang efektif adalah kita memberikan contoh atau sebagai tauladan dan memberikan kebermanfaatan,” lanjut Shinta.
“Selama materi Bu Shinta lebih banyak membuka ruang diskusi dengan tanya jawab, dan peserta antusias terhadap materi dan menjalani diskusi dengan baik,” terang Wafiq.
Faiz Arwi, Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam (KDI) PW IPM DIY menyampaikan tahun ini bidang KDI PW IPM DIY membuat arus baru dalam Pelatihan Da\'i Pelajar Muhammadiyah (PDPM). Berangkat dari tema "Dakwah Inklusif Pelajar Berdaulat", kami mencoba membuat model baru dalam proses pelatihan. Peserta tidak lagi hanya duduk manis didalam kelas, namun juga langsung diterjunkan ke tengah-tengah masyarakat untuk melakukan pengabdian. Peserta diterjunkan di 6 dusun dan 6 masjid untuk melaksanakan mengajar TPA, Muazin, Imam, Kultum Shalat Shubuh dan juga Tarawih.
“Dengan model tersebut, pelatihan tidak hanya mendengarkan teori-teori, tetapi juga Learning by doing, serta meneguhkan IPM e Masjid,” jelas Faiz.
Ketua Umum PW IPM DIY, Racha Julian Chairurrizal menjelaskan IPM DIY sangat beruntung bisa belajar langsung dengan Bu Shinta. Tentunya kami bisa belajar bagaimana sejatinya menjadi manusia. Menghargai perbedaan, mengapresiasi kemampuan, dan menyelesaikan permasalahan tanpa melihat sekat golongan apapun.
“Mungkin sudut pandang aqidah, fiqih dan sejenisnya kita bisa berbeda. Tapi soal semangat muamalah rahmatan lil alamin, saya pikir Bu Shinta adalah salah satu mentor yang tepat untuk kami pilih,” tuturnya. (**)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.