Kolam Koi 1,2 Hektare di Bantul Dikeluhkan Warga, Ini Masalahnya
Warga Vila Banguntapan Asri Bantul mengeluhkan kolam koi 1,2 hektare yang disebut membuat sumur kering dan air tercemar.
\r\nPetugas memaksa kendaraan yang diduga pemudik untuk putar balik di Posko Pemantauan di Prambanan, Sleman, Jumat (7/5/2021)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja,com. JOGJA--Dengan diberikannya lampu hijau kebijakan mudik, Kota Jogja bakal dipenuhi oleh para wisatawan dan para pemudik pada masa libur Lebaran mendatang. Tak tanggung-tanggung, Dishub Jogja memprediksi setidaknya ada 3,9 juta sampai empat juta kendaraan yang bakal masuk ke Jogja.
"Kami prediksi ada sekitar empat juta kendaraan yang bakal masuk ke Jogja. Ini kita bukan bicara pemudik tapi juga wisatawan," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Jogja, Agus Arif Nugroho, Jumat (22/4/2022).
BACA JUGA: Bebas! Tidak Ada Penyekatan Kendaraan Saat Libur Lebaran di Jogja
Menurut Agus, manajemen lalu lintas saja tidak akan cukup untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di wilayah itu. Oleh karenanya, pihaknya mengimbau agar pemudik dan wisatawan untuk menggunakan kendaraan publik saat berpelesir ke sejumlah tempat di Kota Jogja.
"Kondisi kota kan kecil, makanya kita akan mendorong penggunaan transportasi publik karena jelas kalau dikatakan cukup tidak akan pernah cukup kalau dibilang manajemen lalu lintas," katanya.
Agus menyebut, tidak akan ada manajemen lalu lintas yang ideal diterapkan jika empat juta kendaraan masuk ke wilayah itu. Alternatif pilihan hanya jatuh pada penggunaan transportasi publik baik yang reguler maupun yang lainnya.
"Makanya harus pakai transportasi publik baik yang online maupun yang sudah memiliki trayek. Jadi tidak harus bawa kendaraan. Meskipun kami terus memetakan dan upayakan bagaimana yang harus dilakukan agar lalu lintas lancar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Vila Banguntapan Asri Bantul mengeluhkan kolam koi 1,2 hektare yang disebut membuat sumur kering dan air tercemar.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.