Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Puluhan siswa di Jogja mengikuti diskusi ilmiah terkait pembelajan online dalam peluncuran aplikasi Ujiaja di eks Gedung OJK, Timoho, Kota Jogja, Jumat (22/4/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjoga.com, JOGJA--Sejumlah mahasiswa di Jogja meluncurkan sebuah aplikasi bimbingan belajar yang diberinama Ujiaja. Aplikasi ini diklaim memberikan kemudahan kepada siswa yang ingin mendapatkan pendampingan belajar dan pihak lain yang ingin menambah penghasilan sebagai pengajar paruh waktu.
Rintisan start up ini digawangi oleh Zabina Asfahani yang juga mahasiswa semester 4 Fakultas Teknik UGM. Aplikasi ini memberikan kesempatan luas bagi profesional bidang pendidikan untuk menjadi pengajar dengan cara mendaftar di aplikasi Ujiaja untuk kategori tentor. Melalui sejumlah tahapan mengisi biodata, mendapatkan konfirmasi lalu mengisi kompetensi di bidangnya. Begitu juga dengan siswa yang ingin mendapatkan pendampingan online, pada sejumlah kategori yang dipilih dari les hingga tryout tes masuk perguruan tinggi maupun ujian akhir sekolah. Aplikasi ini tersedia di playstore dan website.
"Aplikasi ini memberikan kemudahan siswa yang ingin les maupun tryout tanpa harus repot datang untuk tatap muka," kata Zabina Asfahani yang juga CEO Ujiaja, Jumat (22/4/2022).
BACA JUGA: Meraup Cuan dengan Merawat Kenangan lewat Restorasi Motor Klangenan
Alumnus SMA Negeri 3 Jogja ini menambahkan salah satu kelebihan aplikasi buatannya adalah memberikan kesempatan berbagai latar belakang untuk menjadi tentor. Sehingga siswa yang bergabung tidak hanya diajari berbagai trik menjawab soal oleh tentor berstatus guru maupun mahasiswa, tetapi juga dosen dengan kualifikasi profesor.
"Jadi semua latar belakang bisa, bahkan yang bergelar profesor pun bisa menjadi pengajar. Ini tentu menarik bagi siswa yang bisa dibimbing langsung," ujarnya.
Meski dari berbagai latar belakang, namun bukan berarti fee yang diberikan sama. Pemberian fee sebagai tentor ditentukan sesuai jenjangnya. Semakin tinggi level pengajar maka upah yang didapatkan akan semakin tinggi.
"Kami pengelola yang akan membayarkan fee itu ke pengajar dengan memperhatikan latar belakang dan jam terbangnya. Jadi selain memudahkan siswa belajar, juga membuka kesempatan lapangan kerja," katanya.
Kepada Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan Disdikpora DIY Heru Santoso mengapresiasi keberadaan platform Ujiaja bikinan mahasiswa tersebut. Aplikasi tersebut tentu akan memudahkan siswa untuk mendapatkan pendampingan belajar. Keberadaan layanan platform jenis ini memang tidak bisa dihindari seiring perkembangan teknologi belajar yang kian masif.
"Harapannya tentu bisa memajukan dunia pendidikan di Jogja, anak-anak bisa mudah dalam belajar dan menyerap berbagai ilmu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum