Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Jalan Malioboro, Kota Jogja, Minggu (5/9/2021)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya (UPT PKCB) menyiapkan aplikasi Sugeng Rawuh untuk membatasi pengunjung di Malioboro.
Pembatasan ini salah satunya berupa kunjungan di Malioboro maksimal dua jam. Aplikasi ini akan memonitor dan memberikan peringatan apabila waktu berkunjung akan habis. Selain itu, aplikasi ini juga menjadi alat penghitung otomatis jumlah pengunjung.
BACA JUGA: Biaya Transfer Antar Bank Turun Mulai Desember, Ini Ketentuannya
Menurut Kepala UPT PKCB Jogja, Ekwanto, Malioboro memiliki 17 pintu masuk. Berbeda dengan objek wisata lain yang hanya memiliki satu pintu, Malioboro harus dijaga banyak petuhas.
“Aplikasi Sugeng Rawuh belum bisa diimplementasikan karena menunggu arahan dan sinkronisasi dengan aplikasi PeduliLindungi,” kata Ekwanto, Selasa (26/10/2021).
Sinkronisasi ini diperlukan agar tidak terlalu banyak aplikasi bagi pengunjung yang hendak ke Malioboro. “Menghindari keluhan masyarakat agar tidak terlalu banyak aplikasi di Malioboro,” kata Ekwanto.
Selain pengaturan di area Malioboro, rekayasa sudah berlangsung sejak wisatawan masuk Jogja, khususnya yang menggunakan bus pariwisata. Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan semua bus pariwisata yang hendak masuk Jogja harus melewati Terminal Giwangan untuk pemeriksaan kartu vaksin.
Apabila semua penumpang bisa menunjukan bukti vaksin minimal dosis pertama, bus pariwisata bisa masuk Jogja dan diberi stiker berisi lokasi untuk parkir. Uji coba sistem ini telah berlangsung akhir pakan lalu dan tergolong lancar.
BACA JUGA: Punya Lahan 2.500 Meter tapi Hanya Dibeli 37 Meter, Warga Menolak Ganti Rugi Tol Jogja-Solo
“Jadi, kebijakan ini rencananya tidak hanya dilakukan saat akhir pekan saja, tetapi setiap hari. Tapi saat ini kami sedang mengevaluasi bagaimana penerapan pada akhir pekan lalu berdasarkan data-data yang masuk,” kata Heroe.
Guna mengupayakan area Malioboro yang sehat, Pemkot Jogja menyediakan fasilitas vaksin dan swab antigen gratis. “Setiap Sabtu dan Minggu sore sekitar jam 15.00 WIB ada swab antigen gratis dan vaksin gratis di sekitar Hotel Mutiara,” kata Ekwanto.
“Siapapun bisa mengakses, tanpa memandang Kartu Tanda Penduduk dari mana. Kuota vaksin untuk 100 orang dan swab antigen 100 orang.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Akselerasi Pertumbuhan Pebisnis Muda, Calon Ketum HIPMI Reynaldo Bryan Dorong Akses Pasar dan Akses Modal
Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia menyebut sekitar 7.000 tentara asing dari lebih 70 negara ikut berperang di pihak Ukraina.
Bareskrim Polri menelusuri dugaan TPPO WNI di Jeju yang viral di Instagram. Polri menyebut belum menerima laporan resmi terkait kasus tersebut.
Pengungsi gempa NTT berkurang 4.142 orang menjadi 188.161 orang. BNPB mencatat 111 meninggal dan 95.567 rumah rusak.
MER-C Yogyakarta meresmikan gedung sekretariat baru di Sleman untuk memperkuat kegiatan kemanusiaan dan layanan kesehatan masyarakat.
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.