Advertisement

Meraup Cuan dengan Merawat Kenangan lewat Restorasi Motor Klangenan

Lajeng Padmaratri
Sabtu, 23 April 2022 - 06:27 WIB
Arief Junianto
Meraup Cuan dengan Merawat Kenangan lewat Restorasi Motor Klangenan Dana Brata Fitriawan Kusuma, anak muda pemilik bengkel restorasi motor retro Bebek Restorasi. - Istimewa/Dok. Pribadi

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN--Memiliki sepeda motor lawas umumnya membuat para pemiliknya ingin mengembalikan lagi kenangan mereka ketika mengendarai motor itu pada saat awal-awal dibeli. Lewat bengkel bernama Bebek Restorasi, pemuda asal Sleman membantu para pemilik motor lawas mendapatkan kembali kenangan mereka.

Sudah sejak 2018, Dana Brata Fitriawan Kusuma menerima pelanggan yang ingin menggunakan jasanya merestorasi motor retro. Penggemar motor lawas Honda Astrea ini mengawali usaha berbasis jasa itu dari hobi sejak kecil.

Advertisement

PROMOTED:  Dari Garasi Rumahan, Kini Berhasil Perkenalkan Kopi Khas Indonesia di Kancah Internasional

Terlahir di keluarga yang merupakan “orang bengkel”, Dana pun sudah tidak asing dengan aktivitas di bengkel dan dunia otomotif. Bapak dan kakeknya menjalankan usaha bengkel kendaraan besar, seperti truk dan bus.

BACA JUGA: Ingin Bangun Startup? Ikuti Tanoto Future Leaders Business Acumen Program 2022!

Dana pun memutuskan belajar otomotif ketika duduk di bangku SMK dengan mengambil jurusan Teknik Otomotif di SMKN 3 Jogja. Kecintaannya terhadap motor lawas itu kemudian ia salurkan dengan merestorasi motor.

"Suatu hari ada teman almarhum ibu main ke rumah, terus lihat motor saya. Beliau tertarik dengan kondisi motor saya yang kinclong itu. Ternyata dia juga punya motor lawas, Astrea Impressa, lalu minta saya untuk merestorasi motornya. Itu pertama kali saya terima customer waktu kelas II SMK," kata Dana kepada Harianjogja.com, Selasa (19/4/2022).

Pelanggan pertamanya itu rupanya sangat puas dengan hasil kerjanya. Setelah itu, informasi bahwa dirinya membuka jasa restorasi motor pun meluas ke teman-teman, keluarga, kerabat, hingga ke komunitas motor. Dia pun membuka bengkel restorasi yang fokus pada kendaraan seri Honda Astrea dengan nama Bebek Restorasi.

Kini, dalam sebulan, Dana menerima permintaan restorasi motor maksimal empat unit. Restorasi motor ia kerjakan di bengkelnya yang berlokasi di Jalan Godean Km 7,5, Gesikan, Sidoarum, Godean, Sleman.

BACA JUGA: Yuk Jadi Bagian dari Kemajuan Digital Indonesia, Segera Gabung Bersama Telkom!

Pemuda 20 tahun yang kini sedang menempuh semester keduanya di Teknik Manufaktur UNY itu tak bekerja sendiri. Kini dia telah memiliki tiga orang pegawai dari tetangga sekitar rumah. "Kalau sparepart sudah ready, lama pengerjaan sekitar dua minggu. Tapi kalau masih hunting, bisa satu bulan," tuturnya.

Kenangan
Pada prinsipnya, restorasi motor adalah membuat kendaraan itu bisa seperti baru lagi dan kembali pada bentuk aslinya. Tahapannya cukup banyak, mulai dari membongkar rangka dan mesin, pembersihan, merekondisi suku cadang yang rusak, hingga mengecat ulang.

Keberadaan suku cadang Honda Astrea menurut Dana sudah mulai jarang ditemui, seiring dengan kendaraan itu yang juga sudah berhenti diproduksi. Lantaran suku cadangnya susah dicari, harganya pun meroket.

Untuk mengatasinya, Dana selalu memberikan opsi kepada customer-nya untuk restorasi dengan suku cadang orisinal atau imitasi. Dengan begitu, restorasi yang dilakukan bisa disesuaikan dengan biaya yang telah disiapkan customer. Meski imitasi, suku cadang itu tetap berkualitas dan presisi ketika dipasang.

"Soal biaya, kami hanya mematok di jasa restorasinya. Kalau restorasi total Rp4 juta, kalau restorasi ringan kami patok Rp2,5 juta. Itu di luar harga suku cadang yang diganti," urainya.

Selain mengembalikan wujud motor lawas itu seperti baru lagi, pelanggan Dana rupanya juga ingin mengembalikan kenangan motor itu pada masa lalu. Dia menemui banyak kliennya yang memiliki Honda Astrea yang penuh kenangan, mulai dari yang membeli motor itu sebagai motor pertamanya, atau menggunakan motor itu untuk pacaran pertama kalinya, hingga kenangan bahwa motor itu merupakan milik almarhum ayahnya.

BACA JUGA: BPRS Mitra Harmoni Yogyakarta Gelar Undian, Warga Kotagede Terima Emas 50 Gram

"Yang paling berkesan, klien saya dari Kulonprogo. Motornya Honda Astrea Grand itu merupakan motor cikal bakal dia, awal beli motor itu dia beli itu. Ketika mau dijual, dia enggak mau. Akhirnya minta kami merestorasi tanpa sepengetahuan istrinya, karena rencananya motor itu akan dijadikan kado ultah untuk istrinya. Jadi sebuah hal yang berkesan bagi kami bisa membantu orang lewat restorasi motor," jelas Dana.

Dia mengakui restorasi motor retro ini banyak sisi romantismenya. Banyak kliennya yang ingin tetap mempertahankan nilai historis dari Honda Astrea miliknya bagaimanapun caranya. "Bahkan ada yang sudah nggak bisa naik motor, karena sepuh, tapi minta motornya tetap direstorasi," imbuhnya.

Tak hanya dari Jogja, kini klien Dana mulai merambah ke kota-kota lain seperti dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Ia berharap usaha ini bisa terus berkelanjutan.

"Saya pakai uang hasil restorasi itu untuk mengembangkan bengkel, jadi modalnya sendiri. Saat ini sedang nyoba mengajukan tambahan modal usaha melalui Program Mahasiswa Wirausaha [PMW] dari Dirjen Dikti Kemendikbudristek. Sekarang masih tahap seleksi," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Per 1 Februari 2023

News
| Rabu, 01 Februari 2023, 01:17 WIB

Advertisement

alt

Ini Nih... Wisata di Solo yang Instagramable, Ada yang di Dalam Pasar!

Wisata
| Selasa, 31 Januari 2023, 23:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement