Lahan Sempit, Muncul Gagasan Pemakaman Alternatif Manusia Jadi Kompos
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Warga melintas di Jalan Jagalan yang terpasang spanduk pemberitahuan mengenai pemberlakuan rekayasa lalu lintas baru di jalur tersebut sejak Selasa (22/2/2022)-Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Perhubungan Kota Jogja menyebut akan memberlakukan manajemen lalu lintas (lalin) secara fleksibel di sejumlah titik dan juga kawasan Malioboro di masa libur Lebaran mendatang. Petugas akan menerapkan skema tertentu jika sewaktu-waktu kepadatan arus lalin terjadi di wilayah tersebut.
Kepala Dishub Kota Jogja, Agus Arif Nugroho mengatakan, pemberlakuan manajemen lalin akan diterapkan di semua titik yang berpotensi padat. Tidak hanya di Malioboro saja, pihaknya bahkan telah memetakan pelbagai area dan menyiapkan strategi penanganannya.
Agus menjelaskan, masa pra Lebaran dan setelahnya diprediksi akan membuat arus lalin menjadi cukup padat di Kota Jogja. Peningkatan arus bahkan telah dirasakan sebanyak lima persen dari sejumlah titik pada masa menjelang masa Lebaran ini.
"Memang arus kepadatan sudah terlihat dan meningkat sebanyak lima persen. Sifatnya masih sangat lokal dan terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan seperti di Jalan Urip Sumoharjo, Tamansiswa dan Malioboro," kata Agus, Kamis (28/4/2022).
BACA JUGA: Waduh...Sejumlah Jip Wisata di Kulonprogo Tak Layak Jalan
Menurut Agus, pihaknya telah melakukan sejumlah hal untuk mengatur agar arus lalin tetap lancar di wilayah setempat. Misalnya saja dengan mengatur sedemikian rupa durasi APILL atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas di sejumlah titik guna mengantisipasi kemacetan.
Hal ini tidak hanya dilakukan saat momentum perayaan hari besar keagamaan atau masa libur panjang saja, melainkan setiap hari. Petugas akan menambah durasi APILL atau menguranginya di tempat-tempat tertentu jika kepadatan arus terjadi.
"Itu kan terus dipantau misalnya di Jalan A masih padat arusnya ya kita tambahi durasinya," ujar dia.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan skema buka tutup arus di sejumlah titik yang kemungkinan besar akan terjadi kepadatan. Petugas nantinya akan melihat kondisi arus di berbagai tempat yang berpotensi padat serta setiap jalur yang menjadi pintu masuk pengendara ke wilayah Jogja.
"Misalnya saja pada saat kondisi di dalam kota sudah cukup berat, maka kami akan lakukan skema buka tutup jalan dan ini sifatnya sangat situasional sekali," ujarnya.
Sejumlah titik yang nantinya akan diterapkan dengan skema buka tutup itu di antaranya yakni Jalan AM. Sangaji, simpang Pingit, Jalan Godean, Jalan Wates, Jalan Bantul, Jalan Parangtritis, kawasan Inogiri barat dan timur serta di Jalan Laksda Adisucipto.
"Kami juga sudah tambah rambu penunjuk arah di sejumlah titik yang harapannya nanti bisa jadi panduan bagi masyarakat dan kami minta rambu itu harus diperhatikan betul," ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Metode alternatif pemakaman semakin berkembang seiring dengan peningkatan populasi dan terus berkurangnya lahan untuk pemakanan.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.
Maskapai penerbangan Eropa mulai memangkas penerbangan akibat lonjakan harga bahan bakar jet yang membuat sejumlah rute tidak lagi menguntungkan.
Meta menghadirkan fitur Incognito Chat AI di WhatsApp dengan teknologi Pemrosesan Privat untuk menjaga kerahasiaan percakapan pengguna.