24 Truk Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Boyolali
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Ilustrasi agama./Shutterstock
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membangun Kawasan Kerohanian untuk mewadahi kegiatan kerohanian civitas UGM beragama Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sekaligus simbol kerukunan antarumat beragama.
Rektor UGM Prof Panut Mulyono didampingi jajaran pimpinan UGM, tokoh masyarakat, dan pemuka agama, melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kawasan Kerohanian yang berlokasi di Kompleks Perumahan Sekip UGM, Sleman, Sabtu (21/5/2022).
"Kawasan ini akan menjadi simbol bagi anak didik kita terkait toleransi dan kerukunan umat beragama. Terlebih lagi jika bangunan yang berdiri nantinya juga diisi dengan aktivitas-aktivitas yang positif," kata Panut.
Menurut dia, proses perencanaan kawasan seluas 4.789 meter persegi itu melibatkan dosen dari berbagai perwakilan kelompok agama sebagai tim perumus.
BACA JUGA: Pesan Sultan untuk Penjabat Wali Kota & Bupati Kulonprogo
Fasilitas kerohanian ini akan memfasilitasi lima agama dalam satu area, namun tidak lepas interkoneksinya dengan fasilitas AAgamaa 1111wèegama Islam di Mardliyyah Islamic Center dan Masjid UGM.
Rektor menuturkan pembangunan fasilitas rohani untuk beberapa kelompok agama di lingkungan kampus UGM menjadi salah satu prioritas sebagai bentuk komitmen UGM dalam merawat keberagaman dan toleransi.
Pembangunan kawasan kerohanian ini berkaitan dengan jati diri UGM sebagai universitas Pancasila serta institusi pendidikan yang terbuka, mempunyai civitas dengan beragam latar belakang suku, agama, bahkan kebangsaan.
Keragaman itu, kata dia, tidak lantas membuat terbatasnya ruang gerak civitas dalam beraktivitas, melainkan harus dapat diakomodasi dalam wadah-wadah kegiatan.
Panut menyampaikan bangunan yang akan didirikan di kawasan ini tidak sepenuhnya mengakomodasi kegiatan peribadatan. Namun fasilitas ini dapat mewadahi kegiatan-kegiatan skala kecil yang biasanya merupakan kegiatan yang bersifat internal keagamaan, namun tetap menekankan pada jalinan silaturahmi dan persaudaraan antarumat serta semangat kebersamaan dan toleransi.
"Praktik baik yang dikerjakan di kawasan ini akan dikenang oleh anak didik kita ketika mereka lulus dan membentuk pola pikir mereka sebagai pemimpin yang berasal dari UGM," ujar Panut.
Proses pembangunan serta penyediaan kelengkapan fasilitas pendukung Kawasan Kerohanian itu, menurut dia, dilakukan melalui pendanaan kreatif yang menggandeng beberapa mitra strategis dan sahabat UGM.
UGM juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi sebagai donatur.
Pelaksanaan konstruksi diperkirakan akan berlangsung sekitar enam hingga delapan bulan yang akan dimulai setelah dilakukan proses pengadaan barang dan jasa.
Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan Pengajaran, dan Kemahasiswaan Djagal Wiseso Marseno meyakini pembangunan Kawasan Kerohanian bakal mendukung peningkatan indeks toleransi, khususnya di DIY.
Menurut dia, Kawasan Kerohanian itu akan membuat perjumpaan lintas pemeluk agama sehingga mampu memunculkan inklusivitas.
"Dengan tidak pernah berjumpa bisa membuat eksklusivitas. Rumah kerohanian ini diharapkan ikut berkontribusi meningkatkan peringkat indeks toleransi di DIY," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 24 truk operasional Koperasi Desa Merah Putih tiba di Boyolali dan mulai dibagikan kepada pengurus KDMP.
Jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Jumat 15 Mei 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Polres Kudus mengamankan lima pemuda yang membawa senjata tajam saat menggeruduk kompleks perumahan di Kecamatan Bae.
KAI Commuter menambah 4 perjalanan KRL Jogja-Palur selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 14–17 Mei 2026.
Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping di Beijing membahas Taiwan, AI, tarif dagang, hingga Selat Hormuz.
Semen Padang siap tampil maksimal melawan Persebaya Surabaya meski sudah dipastikan terdegradasi dari BRI Super League 2026.