AS Kembali Gempur Iran di Selat Hormuz, Ketegangan Global Kian Memanas
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
Kustini Sri Purnomo/Istimewa
SLEMAN—Sampah menjadi masalah yang selalu muncul di Sleman. Salah satu penyebabnya karena Sleman merupakan wilayah kabupaten dengan jumlah Penduduk terbanyak di DIY. Kondisi ini memengaruhi tingginya sampah yang dihasilkan.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan berdasarkan data Mei 2022, sampah di Sleman pada hari biasa mencapai 706,77 ton/hari, sedangkan saat libur panjang seperti libur Lebaran beberapa waktu lalu sampah bertambah menjadi 936,27 ton/hari. "Kenaikan volume sampah bersumber dari sektor pariwisata dan pemudik yang datang ke Sleman," katanya, Rabu (25/5).
Sampai saat ini pengelolaan akhir sampah di Sleman masih tergantung dengan TPST Piyungan di Kabupaten Bantul. Jika terjadi permasalahan seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, maka sangat berimbas kepada pengelolaan sampah di Sleman. "Untuk mengatasi persoalan ini Pemkab Sleman berupaya mewujudkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Sleman," katanya.
Setidaknya bakal ada empat TPST di Sleman yang bisa menjangkau pengolahan sampah untuk wilayah Sleman bagian barat, tengah, timur maupun Sleman bagian utara. Hal tersebut dimaksudkan untuk membagi konsentrasi sampah di masing-masing wilayah. Diharapkan pada 2023 sudah ada TPST yang terbangun dan dapat beroperasi.
Untuk upaya jangka pendek, Pemkab melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengoptimalkan pengolahan sampah di 13 transfer depo dan 23 TPS 3R dengan memilah sampah organik dan anorganik. "Sampah organik dibuat kompos dan sampah anorganik dijual kembali ke pengepul, sehingga sampah yang dikirim ke TPST Piyungan benar-benar merupakan residu sampah dengan jumlah yang terbatas," katanya.
Terkait dengan pengelolaan sampah, Kabupaten Sleman telah memiliki Perda No.4/2015 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Jejenis Sampah Rumah Tangga, serta Perbup No. 33.2/2018 tentang kebijakan dan Strategi Kabupaten Sleman Dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga, dan terakhir Bupati mengeluarkan Surat Edaran No.030/2022 tentang Gerakan Pilah Dampah dari Rumah. "Mulai 30 Mei sampai 15 Juni 2022, regulasi tersebut akan disosialisasikan ke 17 kapanewon di Sleman. Jika regulasi tersebut dapat diterapkan dengan baik, maka konsep pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle dapat terlaksana dan sampah yang dibuang ke TPST benar-benar residu," katanya.
Penyelesaian permasalahan sampah di Sleman, kata Kustini, membutuhkan sinergisitas dan upaya bersama dari seluruh pihak, baik pemerintah, stakeholder terkait dan seluruh masyarakat yang berperan sebagai subjek maupun objek dalam permasalahan ini.
"Kita harus optimistis permasalah sampah dapat teratasi dengan memunculkan kesadaran dan kedisiplinan seluruh masyarakat dalam menerapkan regulasi dan pengelolaan sampah," ujarnya.
Untuk itu, Kustini mengajak seluruh pihak untuk dapat bersama-sama menjalankan dan mengoptimalkan peran dan fungsinya masing-masing dalam upaya menyelesaikan permasalahan sampah di Sleman. “Mari Gumregah, Sesarengan Mbangun Sleman," kata Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
AS melancarkan serangan ke Iran di Selat Hormuz usai gencatan senjata berakhir. PBB peringatkan dampak besar bagi ekonomi dan keamanan global.
BPBD Bantul telah menyalurkan 110.000 liter air bersih kepada 1.387 warga di lima kalurahan sejak status siaga darurat kekeringan berlaku.
Sebanyak 162 ijazah lulusan SMK Wijaya Kusuma Solo masih tertahan akibat tunggakan SPP Rp336 juta. Sekolah memberi diskon hingga 40 persen.
Presiden Prabowo meluncurkan Program Mandatori B50 yang ditargetkan menghemat devisa hingga Rp170 triliun dan memperkuat ketahanan energi.
Fenomena embun upas kembali muncul di Dieng dengan suhu mencapai minus 6 derajat Celsius, memicu lonjakan kunjungan wisatawan saat libur sekolah.
Nama Kepala Diskominfo Kulonprogo Bambang Sutrisna dicatut pelaku melalui WhatsApp. ASN dan masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan.