El Nino 2026, BPBD Bantul Siapkan Posko dan Antisipasi
BPBD Bantul siapkan posko El Nino 2026, antisipasi kekeringan, kebakaran, dan dampak kesehatan hingga Oktober.
Kegiatan jual beli bahan pangan di Pasar Wates, Jumat (27/05/2022). Anisatul Umah/Harian Jogja.
Harianjogja.com, KULONPROGO - Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Aris Nugroho mengatakan Kulonprogo menargetkan pada 2024 angka stunting bisa ditekan sampai di bawah satu digit.
Dia menjelaskan angka stunting di Kulonprogo terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2018 sebesar 14,31%, lalu 2019 menurun jadi 12,58%, pada 2020 kembali turun menjadi 11,80%, dan terakhir pada 2021 sebesar 10,35%.
"Dan tentunya kita akan upaya penuh. Kami di 2024 kalau di skala nasional target 14%, kami sudah harus di bawah satu digit," ujarnya dalam webinar 'Kegiatan Padi Biofortifikasi dalam Rangka Percepatan Penurunan Relevansi Stunting', Selasa (31/5/2022).
Menurutnya di Kulonprogo ada sepuluh lokus desa penanganan stunting. Di antaranya Janten, Sindutan, Kebonrejo, Palihan, Kalirejo, Gerbosari, Sidoharjo, Ngangosari, Banjarsari, dan Kebonharjo.
Penanganan stunting ini sudah diatur dalam Peraturan Bupati No 6 Tahun 2020. Di dalam aturan ini penanganan stunting dilakukan secara komprehensif oleh semua stakeholder. Mulai dari tim di kabupaten, kapanewon, hingga tingkat desa.
Baca juga: Aksi Bersama Turunkan Angka Stunting Membuahkan Hasil
"Jadi di Kulonprogo alhamdulillah dengan upaya berbagai stakeholder, ini angka stunting terus menurun," ujarnya.
Aris menjelaskan di dalam Peraturan Bupati tersebut, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo juga memiliki peran di dalam penanganan stunting. Salah satunya dengan menyiapkan beras Biofortifikasi Ir Nutrizinc.
Kekurangan zinc (Zn) dalam tubuh selain berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, produktivitas, dan kualitas hidup manusia. Kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting.
"Varietas ini, bahwa inpari mengandung zinc lebih tinggi sebesar 34,51 ppm, sementara varietas lain seperti ciherang hanya 24,06 ppm," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan Kementan memberikan dukungan penuh pada penanganan stunting. Fokus penanganan stunting melalui program konsumsi pangan sifatnya berkelanjutan tidak bisa instan.
"Kulonprogo ini menjadi percontohan, tidak hanya hulu, sampai pasarnya dikendalikan. Saya minta kabupaten lain seperti Kulonprogo penanganan komprehensif dan lokasi-lokasi di daerah rawan pangan," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Bantul siapkan posko El Nino 2026, antisipasi kekeringan, kebakaran, dan dampak kesehatan hingga Oktober.
Hari Keluarga Internasional 2026 menyoroti dampak ketimpangan sosial terhadap kesejahteraan anak dan kondisi keluarga.
Enam wakil Indonesia gugur di Thailand Open 2026. Leo/Daniel dan Hira/Jani jadi harapan terakhir menuju semifina
PSEL Regional DIY mundur hingga 2028, DLH Sleman bentuk pendamping pengelolaan sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa