Pieter Huistra Puas Rotasi Dua Tim PSS Sleman di Uji Coba
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Ilustrasi SD./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, BANTUL--Siapa bilang di era digital dan serba modern ini, biaya sekolah ikut-ikutan mahal. Sekolah di Tegallayang, Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak ini misalnya.
SD Muhammadiyah Tegallayang 1 Caturharjo hingga masih menerapkan skema infak sebagai sumber pembiayaan sekolah. Murid-murid tidak dikenakan biaya khusus, melainkan diperkenankan membayar infak seikhlasnya.
"Enggak ada [promo potongan khusus], kami juga enggak ada SPP kok. Kan sekolah di perdesaan enggak ada pungutan-pungutan," ujar Kepala SD Muhammadiyah Tegallayang 1, Umi Salamah, Rabu (1/6).
BACA JUGA: Viral Pengunjung Gumuk Pasir Diminta Bayar Rp100.000, Bupati Perintahkan Investigasi
Selama sekolah di SD Muhammadiyah Tegallayang 1 siswa dibebaskan dari iuran sekolah atau SPP hanya ada infak itu pun sukarela. Biaya lainnya seperti daftar ulang pun tidak ada di SD Muhammadiyah Tegallayang 1. "Tidak ada [biaya], hanya infak sukarela. Daftar ulang tidak, seragam juga mereka beli sendiri," terangnya.
Infak yang ada menurut Umi sedikit membantu sekolah. "Memang dari kebijakan SD sendiri, kan di sekitarnya banyak SD negeri. Kalau banyak pungutan, nanti enggak dapat murid," kata dia.
Setiap tahunnya, jumlah calon peserta didik yang mendaftar ke SD Muhammadiyah Tegallayang 1 beragam. Tahun lalu dari kuota 28 siswa, baru terisi 23 anak saja. Namun di tahun yang lain, jumlah pendaftar membeludak dari kuota sampai sekolah membuka kelas paralel menjadi dua kelas.
Pada tahun ini , sejumlah wali murid disebutkan Umi sudah ancang-ancang hendak mendaftarkan anaknya ke SD Muhammadiyah Tegallayang 1. Dia berharap tahun ini jumlah pendaftar bisa mencapai dua kelas. "Sekitar 20 orang sudah nitip-nitip akta," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Bandung dan Jakarta siap menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 pada 23 September-3 Oktober dengan SUGBK dan Si Jalak Harupat.
BNPB menyebut kondisi kekeringan DIY masih relatif aman. Pemantauan krisis air dan hotspot terus dilakukan untuk mengantisipasi bencana.
Sensus Ekonomi 2026 dinilai penting sebagai dasar pemerintah menyusun kebijakan ekonomi dan mendorong keberlanjutan bisnis serta pertumbuhan usaha.
Pemkab Sleman menjamin biaya pengobatan enam korban tembok sekolah ambruk. Pembiayaan menggunakan JPS hingga Bapel Jamkesos.
Rupiah menguat ke Rp17.795 per dolar AS. IKK Juli 2026 masih optimistis meski turun tiga bulan beruntun.