KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar, 4 Tewas dan 218 Penumpang Selamat
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
Peserta Lomba Menulis Aksara Jawa sedang menyelesaikan pertanyaan tertulis di Benteng Vredeburg, Sabtu (4/6/2022)/Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Sedikitnya 52 pelajar setingkat SMP di wilayah DIY mengikuti kompetisi menulis aksara di Museum Benteng Vredeburg Jogja, Sabtu (4/6/2022). Mereka diberikan tantangan untuk mengubah aksara latin ke aksara Jawa dengan waktu yang telah ditentukan.
Panitia Lomba Aksara Jawa Sinarendra Krisnawan menjelaskan 52 pelajar itu merupakan perwakilan dari SMP dan MTs di wilayah DIY. Dalam kompetisi itu peserta diminta mengalihaksarakan huruf latin ke aksara Jawa sebanyak satu paragrap dengan menggunakan tata tulis simplified atau tata tulis kesepakatan tiga gubernur (KBJ).
"Sebagian besar dari peserta sudah menguasai tentang tata tulis aksara Jawa. Terbukti dengan semua peserta berhasil menyelesaikan sampai rampung bahkan ada yang selesai meskipun waktu perlombaan masih tersisa," katanya, Sabtu (4/6/2022).
Akan tetapi, ia tidak menampik masih adanya beberapa peserta yang belum menguasai tata tulis aksara Jawa dengan benar. Sehingga panitia menyediakan stand klinik aksara Jawa untuk membantu para generasi muda khususnya pengunjung Skafourta Expo 2022 yang ingin belajar menulis dan membaca aksara Jawa lebih lanjut.
Baca juga: Jogja, Ujung Tombak Memasifkan Aksara Jawa di Ranah Digital
"Ada stan jika ingin belajar, baik menulis aksara Jawa secara manual maupun digital menggunakan perangkat ponsel maupun laptop," ujar Guru SMK N 4 Jogja ini.
Juri kompetisi itu melibatkan guru, pegiat aksara Jawa dan praktisi, antara lain Arpeni Rahmawati, Vita Listiyani, dan Hayu Avang Darmawan. Kriteria penilaian berdasarkan ketepatan penulisan, estetika atau kerapian dan keindahan bentuk langgam aksara Jawa. Ia mengatakan tujuan diadakan lomba untuk merespons Perda DIY No.2 tentang pemeliharaan dan pengembangan bahasa, sastra dan aksara Jawa untuk melazimkan penggunaan aksara Jawa di kalangan anak muda.
"Selain itu Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X telah mencanangkan Jogjakarta kota hanacaraka pada peringatan hari aksara internasional pada tanggal 8 September 2021 tahun lalu," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Update kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di utara Sumenep, empat orang meninggal, 218 penumpang selamat, operasi SAR masih berlangsung.
DPRD DIY meminta Raperda Pengelolaan Permuseuman melindungi museum rakyat agar tidak terbebani standar museum pemerintah.
DPK Kota Jogja mengenalkan layanan Amarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menyelamatkan dan mengelola arsip keluarga.
Dokter mengingatkan gaya hidup sedentari pada anak dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, dan hipertensi. Simak aktivitas fisik yang dianjurkan.
UMY mengembangkan lima prototipe AI untuk membantu deteksi limfoma, tumor otak, kanker payudara, penyakit jantung, dan stres.
BGN memberi tenggat hingga 10 Agustus 2026 bagi SPPG mengurus SLHS. Dapur tanpa sertifikat laik higiene dan sanitasi akan ditutup permanen.