Festival Babad Siti Kemantren Didorong Jadi Penggerak Wisata Berbasis Kampung
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Wisuda SD Muhamadiyah Miliran di Hotel Tjokro Style, Sabtu (11/6/2022)./Harian Jogja
JOGJA—SD Muhammadiyah Miliran Kota Jogja secara resmi menggelar kegiatan Akhirussanah dan wisuda kelas 6 di Hotel Tjokro Style, Sabtu (11/6/2022). Mereka menyelesaikan Asesmen Standar Pendidikan Daerah (ASPD) pada Mei lalu. Komitmen menjaga ilmu dan amal yang sudah diperoleh selama enam tahun diteguhkan dalam acara tersebut.
Kepala SD Muhammadiyah Miliran Arif Rahman Hakim menyebut di mana pun siswanya melanjutkan jenjang pendidikan, mereka tetap berkewajiban menjalankan ilmu dan amal yang sudah dimiliki. “Baik di sekolah negeri atau swasta, tetap harus ingat dan hormat dengan bapak-ibu guru yang sudah mendidik selama enam tahun,” katanya.
Dalam wisuda tersebut juga diisi penampilan tiga bahasa yang dilakukan para siswa SD Muhammadiyah Miliran. Ada yang menyampaikan secara lisan sekaligus diterjemahkan sehingga audiens memahami artinya. Terdiri atas Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Penguasaan tiga bahasa yang dilakukan para siswa itu cukup menarik perhatian para audiens.
"Di sekolah kami sudah memiliki laboratorium bahasa, ada kurikulum tiga bahasa yang secara khusus diberikan ke siswa. Semua ada pengajarnya, yaitu Inggris, Arab dan Jepang," ujarnya.
Wisuda tersebut dihadiri Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jogja Moch. Muzani. Dalam sambutannya, Muzani menyebut kunci kesuksesan seseorang yang harus diamalkan alumni SD Muhammadiyah Miliran adalah ikhtiar dan tawakal. “Di dalam proses itu harus ada usaha dan doanya untuk mencapai kesuksesan,” kata Muzani.
Dia berharap pada siswa wisudawan untuk terus menjalankan nilai-nilai kemuhammadiyahan yang sudah diperoleh selama enam tahun belajar.
Ia mengapresiasi SD Muhammadiyah Miliran yang terus inovatif dalam dunia pendidikan. “Program unggulan tiga bahasa ini sangat inovatif dengan tuntutan globalisasi,” katanya.
Ia berharap agar program tersebut menghasilkan anak-anak yang mampu melanjutkan jenjang pendidikan ke negara penutur masing-masing bahasa yang dipelajari. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.