SV UGM Gandeng Jobstreet dan Austrian Business Agency
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Tim Inspektorat Bantul bersama Disnakertrans Bantul saat meninjau protek padat karya, beberapa waktu lalu./Dok. Disnakertrans
BANTUL—Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul menyebut proses pengerjaan fisik program padat karya infrastruktur yang sudah hampir selesai ini berjalan lancar, tidak ada persoalan berarti, dan semuanya sesuai spesifikasi. Penilaian itu juga berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi dari Inspektorat Daerah ke sejumlah lokasi.
Ada tiga lokasi yang didatangi tim Inspektorat Daerah bersama Disnakertrans Bantul dengan jenis pekerjaan yang berbeda yakni pekerjaan saluran drainase, cor blok, dan talut. Ketiga lokasi tersebut di Kadirojo Bantul, Lemahdadi Kasihan, dan Jombor Sewon.
Kepala Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti mengatakan dalam rapat koordinasi dengan Inspektorat Daerah, jawatannya menyampaikan bahwa pada prinsipnya pelaksanaan kegiatan program padat karya infrastrktur 2022 lancar semua, mulai dari pendistribusian material, pelaksanaan fisik semua lancar,
Bahkan sampel cor blok kualitas yang dibangun itu melebihi spesifikasi yang diberikan. Ia mencontohkan pengerjaan jalan cor blok yang seharusnya tebal 10 sentimeter, namun karena masyarakat saking semangatnya, saking senangnya dan mempunyai handarbeni atau mempunya rasa memiliki, spesifikasinya dilebihkan.
“Kualitas padat karya itu hampir tak bisa diragukan karena yang mengerjakan masyarakat sendiri yang menerima manfaatnya masyarakat sendiri sehingga dia punya rasa handarbeni sehingga memberikan yang terbaik,” kata Istirul, Minggu (10/7/2022).
Dia mengapresiasi masyarakat yang melakukannya karena kelebihan volume dan spesifikasi tersebut tidak diambil dari anggaran padat karya, melainkan swadaya masyarakat sendiri mulai dari mengambil kas RT dan kas dusun.
“Enggak masalah melebihi spesifikasi, kadang mayarakat dengan di kampung ada kas dusun kas RT nambah volume, kami yang penting target sesuai dengan gambar. Kalau punya inisiatif nambah bangunan hak masyarakat yang penting apa yang jadi target terselesaikan. Kalau ada kurang masyarakat nambah sendiri,” ujar Istirul.
Istirul mengatakan sejauh ini tidak ada komplain dari masing-masing petugas lapangan, maupun koordinator lapangan di masing-masing kapanewon. Persoalan yang terjadi hanya biasa seperti ketidakpahaman masyarakat, misalnya campuran semen, krikil, dan semen yang terbalik, namun persoalan tersebut dapat terselesaikan dengan baik.
Program padat karya dari APBD DIY melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) di 115 titik akan berakhir pada 12 Juli besok. Sementara padat karya dari APBD Bantul di 99 titik akan berakhir pada 21 Juli mendatang. Istirul juga menyatakan bahwa inspektorat telah memeriksa banguanan fisik dan mengatakan bahwa kualitas bangunan yang dikerjakan dalam program ini bagus.
Inspektorat, kata dia, justru berharap kegiatan ini bisa dipertahankan di waktu mendatang karena sangat efektif membantu masyarakat yang membutuhkan dan dapat mengatasi masalah ketimpangan pembangunan di wilayah.
Menurutnya, keberhasilan padat karya ini lantaran banyak sumber daya manusia seperti petugas lapangan, petugas teknis, ketua kelompok yang diberdayakan mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Rapat evaluasi dilakukan di pertengahan dan akhir pelaksanaan proyek ini. Tujuannya untuk mensinkronkan perencanaan hingga hasil akhir nanti.
“Karena hasil pekerjaan ini akan dipertanggungjawabkan dan di akhir kita buat berita acara serah terima perawatan pekerjaan ini kepada desa,” terangnya.
Istirul menambahkan, tahun depan kemungkinan ada lagi program serupa bahkan lebih banyak lagi lokasi yang disasar baik yang dibiayai APBD Bantul maupun APBD DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.