Sumur Warga Mengering, Gading Playen Mulai Dapat Bantuan Air
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
Ilustrasi Gua Rancang Kencono, di Bleberan, Kecamatan Playen./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Status kepesertaan Geopark Gunung Sewu sebagai anggota Unesco Global Geopark (UGG) bakal divalidasi ulang tahun depan. Hal ini tak lepas dari aturan revalidasi kepesertaan dilaksanakan setiap empat tahun sekali.
General Manager (GM) Gunung Sewu UGG, Budi Martono mengatakan, kawasan karst Gunung Sewu terbentang dari Gunungkidul, Wonogiri, Jawa Tengah, hingga Pacitan, Jawa Timur. Kawasan ini masuk UGG pada 2015 lalu dan telah mendapatkan perpanjangan kepesertaan di 2019 lalu.
“Akan divalidasi lagi tahun depan karena peninjauan ulang kepesertaan dilakukan setiap empat tahun sekali,” katanya, Senin (11/7/2022).
BACA JUGA: Apa Kabar Proyek 2 RSUD di Gunungkidul?
Menurut dia, untuk mendapatkan status ini tidak mudah agar bisa ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia. Oleh karena itu untuk mempertahankannya membutuhkan komitmen dari bersama dari berbagai pihak meliputi Pemkab Gunungkidul, Pacitan dan Wonogiri. “Jangan sampai status UGG terlepas,” kata Budi.
Dia mengungkapkan, masih banyak yang harus diperbaiki. Salah satunya keberadaan Taman Batu di Kalurahan Mulo, Wonosari. Progres pembangunan terhenti akibat pandemi Covid-19. Refocusing anggaran memaksa pemerintah daerah memangkas kebutuhan anggaran.
“Saya sudah meminta agar program ini dilanjutkan, tapi belum ada tindak lanjutnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian Aldian mengaku sudah menyiapkan dari ketiga kabupaten untuk persiapan validasi ulang kepsertaan UGG di 2023.
Menurut dia, upaya koordinasi terus dilakukan agar pelaksanaan dapat berjalan lancar. “Harapannya bisa terus dipertahankan,” katanya.
Disinggung mengenai keberadaan Taman Batu Ngingrong, dia megngakui keberadannya belum optimal. Terlebih lagi, saat sekarang ada sejumlah kerusakan di fasilitas ini. “Memang butuh perbaikan dan rencananya tahun kita usulan untuk pemeliharaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Gading V, Playen, Gunungkidul mulai kesulitan air bersih karena sumur mengering akibat kemarau panjang.
WhatsApp gagal diperbarui di Android atau iPhone? Simak penyebab dan cara mengatasinya, mulai dari koneksi internet hingga ruang penyimpanan.
DLH Bantul menyebut limbah PT IBD di Pantai Cangkring belum memenuhi baku mutu dan IPAL perusahaan belum berfungsi optimal
Produksi padi Kulonprogo belum terdampak signifikan akibat kemarau panjang. Petani diminta mempercepat tanam dan menghemat air irigasi.
SMK-SMTI Yogyakarta menyelaraskan kurikulum dengan kebutuhan industri melalui kolaborasi 12 perusahaan dan sistem pembelajaran ganda untuk mencapai keterserapan
WhatsApp menguji fitur jadwal pesan di Android beta. Pengguna bisa mengatur pengiriman otomatis 10 menit hingga dua minggu ke depan.