Pembangunan Markas TNI di Gunungkidul Tunggu Izin Sultan, Ini Rencananya
Pembangunan markas Yon TP di Gunungkidul masih menunggu izin Sultan HB X. Sebanyak 400 personel TNI telah disiapkan di Banyusoco.
Pengunjung memadati kawasan wisata di Pantai Drini di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari. Minggu (3/7/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjoga.com, GUNUNGKIDUL -- Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul mencatat ada kenaikan kunjungan selama libur sekolah.
Pengunjung yang datang diminta tetap mewaspadai potensi penularan virus Corona, meski hingga kini, angka penularan mulai dapat dikendalikan.
Kepala Dispar Gunungkidul, Muhammad Arif Aldian mengatakan liburan sekolah merupakan waktu yang tepat untuk berwisata ke Gunungkidul. Berbagai objek wisata mulai dari kawasan wisata, susur gua, susur sungai hingga menikmati keindahan alam pegunungan.
BACA JUGA: Selingkuh Sampai Punya Anak, 2 PNS Gunungkidul Dipecat
Menurut dia, berbagai destinasi ini akan membawa keseruan serta pengalaman untuk mengisi liburan sekolah. “Gunungkidul memiliki banyak pilihan wisata dan disesuaikan minat pengunjung. Misal pengin ke pantai bisa datang ke sisi selatan, tetapi kalau ingin susur sungai bisa ke Air Terjun Sri Getuk, Cave Tubing Kali Suci atau Gua Pindul. Kalau pengin pemandangan alam bisa ge Gunung Api Purba Nglanggeran, Embung Sriten atau wisata di zona utara lainnya,” katanya, Minggu (3/7/2022).
Aldian mengungkapkan, selama seminggu liburan sekolah sudah ada kenaikan kunjungan. Untuk hari kerja rata-rata ada 3.000-5.000 pengunjung setiap harinya. Jumlah ini meningkat dibandingkan kunjungan hari biasa di kisaran 1.000-2.000 pengunjung.
Untuk akhir pekan peningkatan lebih signifikan. Sebagai contoh, Minggu (19/6/2022) atau sebelum libur sekolah, kunjungan hanya sebanyak 17.430 orang. Namun, satu minggu kemudian melonjak menjadi 23.482 orang.
“Untuk Sabtu kemarin [2/7/2022] kunjungan yang datang sebanyak 15.030 orang. Sedangkan hari ini [Minggu] pendataan belum selesai karena kunjungan masih berlangsung,” katanya.
Meski demikian, Aldian meminta kepada pengunjung untuk tetap mematuhi protokol kesehatan karena kondisi masih masa pandemi sehingga ancaman penularan virus Corona belum sepenuhnya hilang.
“Memang kasus melandai, tapi ada baiknya tetap mematuhi protokol kesehatan, walaupun ada beberapa pelonggaran,” katanya.
Menurut dia, untuk mengurangi risiko penularan virus, sudah ada berbagai upaya. Selain destinasi memiliki sertifikat CHSE, juga ada sarana prasarana pendukung lainnya seperti fasilitas cuci tangan hingga penerapan aplikasi Peduli Lindungi. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar,” katanya.
BACA JUGA: 5 Jabatan Kepala OPD di Gunungkidul Masih Kosong
Direktur Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Maju Mandiri, selaku pengelola Gua Pindul, Saryanto mengatakan pada saat liburan sekolah ada peningkatan kunjungan ke wisata Gua Pindul. Hampir setiap hari sekurangnya ada sekitar 400-500 orang yang berkunjung. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan hari-hari biasa yang hanya sekitar 200-250 orang per hari.
Saryanto berharap kondisi bisa benar-benar pulih sehingga tingkat kunjungan dapat kembali normal seperti sebelum adanya pandemi. “Sebelum pandemi sehari bisa 1.000 orang. Tetapi sekarang, bisa datang 500 sudah bagus,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan markas Yon TP di Gunungkidul masih menunggu izin Sultan HB X. Sebanyak 400 personel TNI telah disiapkan di Banyusoco.
Cek jadwal KRL Jogja-Solo 26 Oktober 2026, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Kereta pertama pukul 05.05 WIB, tarif Rp8.000.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
PSMS Medan mengalahkan PSIS Semarang 2-1 dan naik ke posisi kedua Grup A Pegadaian Championship 2026/2027. Dua kartu merah mewarnai laga.
Shin Tae-yong menyayangkan pemecatan sejumlah pelatih Super League 2026/2027, termasuk Jean-Paul van Gastel dan Marcos Santos setelah kalah dari Persija.
Gunung Lokon di Tomohon masih berstatus Waspada. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati Kawah Tompaluan dalam radius 1,5 kilometer.