19 Siswa Sekolah Tumbuh Ikuti Club Coding dan Robotik
Sebanyak 19 siswa Sekolah Tumbuh mengikuti Club Coding dan Robotik selama dua semester untuk memperkuat pembelajaran KKA.
Foto ilustrasi Makan Bergizi Gratis nasi goreng telur ceplok. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten Bantul mengusulkan agar pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan Ramadan dilakukan pada sore hari, guna memastikan kualitas makanan tetap terjaga dan aman dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.
Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengatakan, hingga kini pihaknya belum menerima petunjuk teknis terperinci terkait skema pembagian MBG selama Ramadan. Meski demikian, Pemkab Bantul berharap distribusi makanan dapat menyesuaikan waktu konsumsi siswa agar tujuan pemenuhan gizi tetap tercapai.
“Kami belum dapat informasi teknisnya, tapi harapan kami yang penting setiap hari siswa tetap mendapatkan MBG. Soal teknisnya mau dibagikan sepulang sekolah atau menjelang buka puasa, itu nanti diatur. Yang jelas jangan sampai terputus,” kata Aris, Rabu (28/1/2026).
Menurut Aris, prinsip utama program MBG adalah pemenuhan gizi siswa yang berlangsung setiap hari, termasuk selama bulan puasa. Karena itu, meskipun jam belajar lebih singkat, pemberian makanan tetap harus diperhatikan secara cermat.
“Kalau hari sekolah mungkin bisa diberikan sepulang sekolah atau lebih baik dibagikan sore ketika hendak buka puasa. Tapi kalau hari libur, ya harapan kami menjelang buka puasa bisa diberikan. Mau diambil di sekolah atau bagaimana, teknisnya menyesuaikan,” ujarnya.
Ia menekankan, waktu konsumsi menjadi faktor krusial agar makanan tidak rusak. Aris menilai pembagian MBG pada kisaran pukul 15.00–16.00 WIB lebih efektif dibandingkan pagi hari karena jarak antara penyajian dan konsumsi menjadi lebih singkat.
“Yang penting waktu dikonsumsi saat buka puasa itu makanannya tidak basi. Lebih efektif kalau diberikan menjelang buka puasa, siswa bisa mengambil di sekolah sore hari,” katanya.
Aris juga menyinggung pengalaman kasus keracunan makanan yang sempat terjadi di wilayah Gunungkidul. Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada bahan makanan, melainkan jarak waktu yang terlalu lama antara proses distribusi dan konsumsi.
“Kendalanya kemarin bukan di makanannya, tapi jarak antara distribusi, dan dikonsumsi itu terlalu lama. Makanannya tertutup, menumpuk, uap airnya keluar, akhirnya terjadi kontaminasi,” ucapnya.
Sebelumnya, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Bantul Hermawan Setiaji menyatakan rencana pelaksanaan MBG selama Ramadan masih menunggu kebijakan resmi dari pemerintah pusat.
“Rencana tetap jalan. Menunya nanti disesuaikan agar tetap sehat dikonsumsi saat buka puasa,” ujar Hermawan, Selasa (27/1/2026).
Terkait waktu pembagian, Hermawan menyebut MBG direncanakan dibagikan saat jam pulang sekolah. Namun, teknis pelaksanaannya tetap akan menyesuaikan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan instansi terkait.
“Pembagiannya pas jam pulang sekolah, atau nanti menyesuaikan kebijakan dari kementerian,” katanya.
Ia menambahkan, kepastian apakah program MBG akan berlangsung penuh selama bulan puasa hingga libur Lebaran masih menunggu surat resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN), sehingga daerah masih menunggu arahan final sebelum menetapkan skema distribusi di lapangan. “Untuk pastinya, kami masih menunggu surat resmi dari BGN,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 19 siswa Sekolah Tumbuh mengikuti Club Coding dan Robotik selama dua semester untuk memperkuat pembelajaran KKA.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 21 September 2026 lengkap 15 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta ke Palur beserta tarif Rp8.000.
Jadwal SIM Keliling Jogja Senin 21 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini, Senin 21 September 2026, tersedia di MPP. Cek lokasi, jam layanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Wawali Surakarta Astrid Widayani ikut lomba mancing bersama warga di Sungai Toklo. Ia mengajak warga menjaga kebersihan sungai.
Film Djamin Setia Selamanya mengangkat perjuangan Djamin Ginting sekaligus membawa pesan keberanian menghadapi tantangan bagi generasi kini.