Advertisement

Gempa Susulan DIY 14 Kali, BMKG Tegaskan Aktivitas Sesar Opak Melemah

Catur Dwi Janati
Selasa, 27 Januari 2026 - 21:17 WIB
Sunartono
Gempa Susulan DIY 14 Kali, BMKG Tegaskan Aktivitas Sesar Opak Melemah Pusat gempa Bantul, Selasa (27/1/2026) berada di darat. - ist - BMKG

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN—Aktivitas gempa susulan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih terpantau usai gempa utama bermagnitudo 4,5 yang terjadi pada Selasa (27/1/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 14 kali gempa susulan, dengan kecenderungan kekuatan yang terus menurun.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, mengungkapkan gempa utama terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Pusat gempa berada 16 kilometer di timur Bantul dengan kedalaman 11 kilometer dan dipastikan bersumber dari aktivitas Sesar Opak. Guncangan tersebut dirasakan hampir merata di seluruh wilayah kabupaten dan kota di DIY.

Advertisement

“Gempa utamanya bermagnitudo 4,5. Setelah itu kami mencatat adanya 14 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar hanya mencapai magnitudo 2,” ujar Ardhianto.

Ia menjelaskan gempa susulan pertama terdeteksi sekitar pukul 13.45 WIB. Setelah itu, kekuatan gempa terus meluruh seiring waktu, menunjukkan pola aktivitas pascagempa yang tergolong normal dan tidak mengarah pada peningkatan energi seismik.

“Magnitudo gempa susulan semakin kecil, artinya energinya menurun,” tegasnya.

Berdasarkan catatan BMKG, intensitas guncangan gempa utama mencapai maksimum IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Kondisi tersebut dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, namun tidak sampai menimbulkan kerusakan bangunan yang berarti di wilayah terdampak.

Menanggapi rentetan gempa susulan DIY tersebut, Ardhianto mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan tanpa kepanikan. Ia juga menekankan pentingnya menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada isu atau kabar yang tidak bersumber dari kanal resmi BMKG, terutama terkait prediksi gempa besar.

“Gempa bumi sampai sekarang tidak bisa diprediksi secara pasti. Yang terpenting, masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” katanya.

BMKG hingga kini masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Sesar Opak. Lembaga tersebut memastikan setiap informasi terkait gempa bumi dan gempa susulan di DIY disampaikan secara cepat, akurat, dan berkelanjutan melalui saluran resmi agar masyarakat memperoleh data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

5 WNA Nigeria Ditangkap Terkait Love Scamming

5 WNA Nigeria Ditangkap Terkait Love Scamming

News
| Selasa, 27 Januari 2026, 22:02 WIB

Advertisement

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia

Wisata
| Selasa, 27 Januari 2026, 13:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement