Advertisement
PGRI Sleman Dukung Insentif Rp400 Ribu per Bulan untuk Guru Honorer
Ilustrasi rupiah. / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Rencana pemerintah memberikan insentif sebesar Rp400.000 per bulan bagi guru honorer mendapat respons positif dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sleman. Kebijakan ini dinilai menjadi angin segar di tengah kondisi kesejahteraan tenaga honorer yang masih memprihatinkan.
Ketua PGRI Sleman, Nur Suharyanto, mengatakan rencana tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa tenaga honorer tetap diberi ruang untuk bekerja di sekolah, meski sebelumnya sempat muncul wacana penghapusan tenaga honorer seiring penerapan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Advertisement
“Secara pribadi saya sangat senang dengan rencana ini. Artinya guru honorer maupun tenaga kependidikan masih diperbolehkan bekerja. Kemarin sempat ada wacana setelah PPPK paruh waktu tidak ada lagi honorer di sekolah,” ujar Nur, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, insentif sebesar Rp400.000 per bulan akan sangat membantu meringankan beban para guru honorer yang selama ini menerima penghasilan jauh di bawah kebutuhan hidup layak.
BACA JUGA
Nur mengungkapkan, rata-rata gaji guru honorer di Sleman berkisar antara Rp500.000 per bulan untuk angkatan awal. Seiring waktu, penghasilan itu biasanya naik menjadi sekitar Rp700.000 hingga Rp800.000 per bulan, namun tetap belum mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Dengan kondisi seperti itu, tambahan insentif ini tentu sangat berarti bagi mereka,” katanya.
Terkait jumlah guru honorer di Sleman, Nur mengaku tidak mengingat angka pasti. Namun, ia menyebut jumlahnya terus berkurang dalam beberapa waktu terakhir karena sebagian sudah masuk dalam skema PPPK paruh waktu.
Ia berharap tenaga honorer yang masih aktif mengajar tetap diberi kesempatan bekerja, sembari menunggu proses pengangkatan secara bertahap ke dalam formasi PPPK paruh waktu.
“Saya berharap teman-teman honorer ini tetap bisa bekerja dan ke depan secara bertahap bisa diangkat menjadi PPPK paruh waktu,” ucapnya.
Hingga kini, PGRI Sleman belum menerima informasi resmi terkait mekanisme penyaluran insentif tersebut. Nur mengaku baru mengetahui rencana kebijakan itu melalui media sosial.
Meski begitu, ia menyambut baik kabar bahwa insentif nantinya akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru honorer agar tepat sasaran.
“Kalau memang langsung ke rekening, tentu lebih tepat sasaran,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Istana Tegaskan Belum Ada Rencana Reshuffle Kabinet Merah Putih
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Disnakertrans DIY Belum Terima Pengajuan Penangguhan UMP 2026
- Sampah Pasar Jogja Menggunung, Disdag Perkuat Pengolahan Mandiri
- Penyakit VTE Jadi Silent Killer, Guru Besar UGM Ingatkan Deteksi Dini
- Gempa Susulan DIY 14 Kali, BMKG Tegaskan Aktivitas Sesar Opak Melemah
- Pengamat Politik Nilai Informasi Hibah Raudi Lazim Secara Kelembagaan
Advertisement
Advertisement



