Advertisement
Sidang Hibah Pariwisata Sleman, Muncul Pesan: Tolong Bantu Ibu
Sidang kasus dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman di Pengadilan Tipikor Yogyakarta, Rabu (28/1/2026). - Harian Jogja - Ariq Fajar Hidayat
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA — Persidangan perkara dugaan korupsi Dana Hibah Pariwisata Kabupaten Sleman 2020 kembali mengungkap adanya muatan politik dalam proses sosialisasi program bantuan tersebut menjelang Pilkada Sleman 2020.
Saksi Joko Triyono, yang saat itu menjabat Dukuh Beteng Tridadi, mengakui adanya pesan tersirat berupa permintaan dukungan kepada Kustini, calon bupati Sleman sekaligus istri terdakwa Sri Purnomo.
Advertisement
Kesaksian itu disampaikan Joko saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor Yogyakarta, Rabu (28/1/2026).
Ia menerangkan bahwa terdapat dua kali pertemuan yang digelar di rumah makan Bulak Senthe. Pertemuan pertama berlangsung pada Oktober 2020 atas inisiatif Raudi Akmal, anggota DPRD Sleman yang juga merupakan putra Sri Purnomo dan Kustini. Pertemuan kedua dilaksanakan pada November 2020 dan dihadiri Sekretaris Karang Taruna Sleman, Karunia Anas Hidayat.
BACA JUGA
Dalam pertemuan tersebut, Joko menyebut tidak ada penyebutan langsung pasangan calon tertentu, namun muncul kalimat yang mengarah pada dukungan politik.
“Tidak mengatakan untuk Paslon 03, cuma bilang ‘minta tolong bantu Ibu’ nanti gitu aja,” kata Joko saat menjawab pertanyaan hakim anggota Gabriel Siallagan.
Menurutnya, pesan serupa disampaikan pada kedua pertemuan itu. Pada pertemuan pertama, peserta yang hadir merupakan para dukuh se-Kapanewon Sleman. Sementara pertemuan kedua diikuti oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang membahas lebih rinci soal teknis pengajuan hibah.
“Pesannya sama. Waktu itu belum ada Paslon nomor 3, cuma ada ‘Ibu’. Ibunya Pak Raudi, namanya Ibu Kustini,” ujarnya.
Joko juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan kedua, Anas memperkenalkan diri sebagai pihak yang mengawal proposal hibah pariwisata. Selain itu, ia membawa pihak ketiga yang ditawarkan untuk membantu proses pengadaan barang maupun penyusunan laporan pertanggungjawaban.
“Satu, dia memperkenalkan diri sebagai pengawal proposal. Kedua, membawa pihak ketiga yang akan membantu laporan dan pengadaan barang. Ketiga, ya itu tadi, mohon dibantu Ibu,” tuturnya.
Meski demikian, Joko menegaskan bahwa kepada masyarakat ia selalu menyampaikan bahwa dana hibah tersebut berasal dari Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, bukan dari calon kepala daerah maupun pihak tertentu.
“Kita tetap bilang kalau itu dari Dinas Pariwisata,” katanya.
Dalam persidangan itu, Joko juga membeberkan kedekatannya dengan Raudi Akmal yang disebut kerap mengawal berbagai program pembangunan di wilayah Beteng Tridadi, mulai dari pembangunan jalan lingkungan hingga pemasangan paving block.
Ia menilai Raudi menjadi sosok yang paling intens memperjuangkan program pembangunan di wilayah tersebut karena berasal dari Tridadi.
“Kalau pembangunan di Beteng cukup lancar,” ucap Joko di hadapan majelis hakim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Menkeu Purbaya Rombak 36 Pejabat Eselon II, Terbanyak di Bea Cukai
Advertisement
Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026
Advertisement
Berita Populer
- Capaian IKD Kulonprogo Masih 6 Persen, Keterbatasan Gawai Jadi Kendala
- MBG Tekan Pasokan Sayur Pasar Beringharjo, Harga Mulai Merangkak
- Jalan Putus Srikeminut Imogiri Dirancang Permanen, Butuh Rp5 Miliar
- PSIM Jogja Ekspansi Bisnis, Buka Store Resmi di Bandara YIA
- Sedekah Benih Ikan Pengantin Jadi Strategi Gemarikan Kulonprogo
Advertisement
Advertisement



