Advertisement
Hingga Rabu Malam, Gempa Bantul Magnitudo 4,5 Diikuti 197 Kali Susulan
Pusat gempa Bantul, Selasa (27/1/2026) berada di darat. - ist - BMKG
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN — Aktivitas gempa susulan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masih berlangsung setelah gempa utama bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul pada Selasa (27/1/2026) siang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hingga Rabu (28/1/2026) pukul 19.00 WIB telah terjadi sedikitnya 197 kali gempa susulan dengan kekuatan berkisar antara magnitudo 1,2 hingga 1,4.
Advertisement
Gempa terbaru terdeteksi pada Rabu pukul 19.15.37 WIB dengan magnitudo 1,3. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,87 Lintang Selatan dan 110,39 Bujur Timur, atau sekitar lima kilometer timur laut Bantul, dengan kedalaman lima kilometer.
Sebelumnya, Kepala Stasiun Geofisika Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa gempa utama terjadi sekitar pukul 13.15 WIB. Episentrum gempa berada 16 kilometer di timur Bantul dengan kedalaman 11 kilometer dan dipastikan dipicu oleh aktivitas Sesar Opak.
BACA JUGA
Getaran gempa tersebut dirasakan hampir merata di seluruh kabupaten dan kota di DIY.
“Gempa utamanya bermagnitudo 4,5. Setelah itu kami mencatat adanya 14 gempa susulan, dengan kekuatan terbesar hanya mencapai magnitudo 2,” ujar Ardhianto, Selasa (27/1/2026).
Ia mengungkapkan gempa susulan pertama muncul sekitar pukul 13.45 WIB. Seiring waktu, kekuatan gempa terus mengalami penurunan, menunjukkan pola peluruhan energi seismik yang tergolong normal.
“Magnitudo gempa susulan semakin kecil, artinya energinya menurun,” tegasnya.
BMKG juga mencatat intensitas guncangan gempa utama mencapai maksimum IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, namun belum menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan.
Menanggapi rangkaian gempa susulan tersebut, Ardhianto mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada tanpa panik. Ia meminta warga tidak mudah mempercayai informasi yang tidak bersumber dari kanal resmi BMKG, terutama terkait isu prediksi gempa besar.
“Gempa bumi sampai sekarang tidak bisa diprediksi secara pasti. Yang terpenting, masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG,” katanya.
Hingga kini, BMKG masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas di sekitar Sesar Opak. Setiap perkembangan terbaru akan terus disampaikan secara cepat dan akurat melalui saluran resmi agar masyarakat mendapatkan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Jimly: Adies Kadir Sah Jadi Hakim MK Tapi Ini Persoalan Etika
Advertisement
India Deportasi 2 Turis Inggris yang Tempel Stiker Free Palestine
Advertisement
Berita Populer
- Program MBG Sleman Jangkau 251 Ribu Penerima, 110 SPPG Aktif
- Sidang Korupsi Kalurahan Bohol GK Masuk Tahap Tuntutan Pekan Depan
- Konser Origin Fest Hadirkan Line-up Internasional, Tiket Tembus 12.000
- Pembangunan RTH Abu Bakar Ali Ditarget Mulai Pertengahan 2026
- Enam Saluran Afvour di Bantul Direhab Tahun Ini, Anggaran Rp2,2 Miliar
Advertisement
Advertisement



