Advertisement

Kamera Trap BKSDA Tak Temukan Macan di Semanu Gunungkidul

David Kurniawan
Rabu, 28 Januari 2026 - 16:37 WIB
Maya Herawati
Kamera Trap BKSDA Tak Temukan Macan di Semanu Gunungkidul Sejumlah hewan terlihat dalam hasil jepretan Kamera Trap yang dipasang tim BKSDA DIY di wilayah di Padukuhan Panggul Kulon, Candirejo, Semanu, Gunungkidul. / ist

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Isu kemunculan macan di Padukuhan Panggul Kulon, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, yang sempat menghebohkan warga, belum terbukti seusai Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY melakukan pemantauan menggunakan kamera trap di sekitar lokasi.

Tim BKSDA DIY memasang tiga kamera pengintai di area pembangunan pondok pesantren setempat sebagai respons atas temuan jejak hewan misterius. Hingga sepekan pemantauan, belum ada satu pun rekaman yang menunjukkan keberadaan macan.

Advertisement

Pengendali Ekosistem Hutan BKSDA DIY, Taufan Kharis, menjelaskan pemasangan kamera trap dilakukan sejak Rabu (20/1/2025) untuk memastikan jenis hewan yang meninggalkan jejak tersebut.

“Warga sekitar percaya bahwa jejak ini merupakan penampakan macan. Tapi, kami memiliki pendapat yang beda karena menduga jejak itu adalah jejak anjing. Makanya dipasang kamera trap untuk memperkuat hasil analisa kami,” kata Taufan, Rabu (28/1/2026).

Taufan menyebut, selama periode pemantauan, kamera hanya merekam keberadaan tiga jenis hewan yang kerap melintas di lokasi, yakni musang, anjing, dan kucing.

“Tiga hewan ini yang tertangkap kamera. Untuk kemunculannya saat pagi dan malam hari,” katanya.

Meski belum menemukan bukti keberadaan macan, pemantauan belum dihentikan. Kamera trap masih akan dipasang selama satu pekan ke depan dengan lokasi tetap di sekitar pembangunan pondok pesantren di Panggul Kulon.

“Masih kita pantau seminggu lagi. Setelah itu, kita akan mengambil alat tersebut,” ujarnya.

Jejak hewan yang memicu keresahan warga pertama kali ditemukan pada 2 Januari 2026. Temuan serupa kembali muncul pada 10 dan 15 Januari 2026 di area yang sama.

“Untuk bulan ini sudah ada tiga temuan jejak kemunculan macan di lokasi pembangunan ponpes. Terakhir muncul pada Kamis (15/1/2026) malam,” kata salah seorang pekerja pembangunan pondok, Heru Purwanto.

Heru mengungkapkan, sebagian warga meyakini jejak tersebut berasal dari macan. Keyakinan itu muncul karena cerita antarwarga yang menyebut pernah melihat hewan tersebut berkeliaran di sekitar lokasi.

“Kemungkinan jejak-jejak ini adalah macan karena pernah ada yang melihat. Apalagi kalau dari bentuknya juga hewan dengan ukuran yang besar,” katanya.

Dugaan keberadaan macan juga diperkuat oleh keberadaan dua gua di sekitar lokasi yang memiliki terowongan. Warga meyakini gua tersebut menjadi tempat persembunyian satwa buas itu.

“Ada dua gua yang ada terowongannya dan warga percaya jadi tempat tinggal macan,” katanya.

Hingga kini, BKSDA DIY masih melanjutkan pemantauan sembari mengedukasi warga agar tidak mengambil kesimpulan sebelum ada bukti ilmiah yang kuat, mengingat hasil kamera trap sejauh ini hanya merekam satwa liar berukuran kecil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman

KemenPPPA Soroti Trauma Korban Penjambretan di Sleman

News
| Rabu, 28 Januari 2026, 17:47 WIB

Advertisement

Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026

Wisata Bunga Sakura Asia Jadi Tren, Ini 5 Destinasi Favorit 2026

Wisata
| Rabu, 28 Januari 2026, 14:07 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement