Emas Antam Tembus Rp2,65 Juta/Gram, Ini Daftar Harga Terbaru
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo (kanan) bersama Direktur Utama PT Macananjaya Cemerlang, Andika Tri Anggono Yakti (kiri) saat mengecek percetakan buku PT Macananjaya Cemerlang Klaten, Selasa (12/7). Ist
Harianjogja.com, JOGJA– Sebanyak 3 juta eksemplar buku untuk anak usia dini dan Sekolah Dasar (SD) dikirim ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Pengiriman buku-buku ke wilayah Terdepan, Tertinggal dan Terluar (3T) tersebut dilakukan untuk membangun Gerakan Literasi Nasional (GLN).
Buku-buku yang dikirim menggunakan tujuh truk kontainer tersebut dilakukan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi melalui Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra bekerjasama dengan PT Macananjaya Cemerlang Klaten dan PT POS Indonesia pada Selasa (12/7/2022).
Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek, Imam Budi Utomo mengatakan pengiriman buku-buku ke wilayah 3T terus dilakukan untuk menyukseskan Gerakan Literasi Nasional. Terdapat sejumlah perusahaan yang terlibat dalam proyek pembuatan buku-buku ini seperti di Klaten, Gresik, Cikarang dan Kudus.
"Untuk PT Macananjaya di Klaten, ada 560 judul yang dikirim dengan jumlah 3 juta eksemplar. Saat ini kami mulai kirim perdana untuk wilayah NTT dan NTB. Satu truk berangkat ke Lombok untuk mendistribusikan buku tersebut," jelasnya, Rabu (13/6/2022).
Baca juga: Budaya Membaca Indonesia Rendah karena Akses terhadap Buku Terbatas
Pengiriman buku untuk wilayah 3T, kata Imam, dilakukan secara berkesinambungan hingga September mendatang. Total buku yang dicetak dan dikirim sebanyak 12,15 juta eksemplar. Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran di antaranya Kepulauan Riau, Aceh, Nias, Natuna, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara hingga Papua.
"Kami berharap, gerakan literasi ini akan memberikan sumbangsih besar kepada geneasi di Indonesia terutama untuk baca dan tulis. Ini sebagai bentuk keberpihakan dan kehadiran pemerintah, menyediakan buku bagi anak-anak, mulai usia PAUD hingga SD," katanya.
Program serupa, lanjut Imam, akan terus dilakukan pada tahun mendatang. Diharapkan program tersebut mampu meningkatkan literasi masyarakat Indonesia dan berbanding lurus dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). "Gerakan Literasi Nasional ini tidak akan berhenti di sini saja. Semoga gerakan ini terus bergulir dan bertambah di tahun-tahun ke depan," harap Imam.
Direktur Utama PT Macananjaya Cemerlang, Andika Tri Anggono Yakti mengatakan buku-buku yang dikirim untuk anak PAUD dan SD di NTB dan NTT diharapkan bermanfaat untuk generasi muda penerus bangsa. Buku-buku tersebut dikirim melalui PT POS Indonesia untuk 2.757 sekolah di NTT dan NTB. "Semua buku yang dicetak dan didistribusikan sudah melewati kontrol yang baik. Ini agar kualitasnya bagus dan aman untuk anak-anak," katanya.
Andika mengatakan, Gerakan Literasi Nasional akan dilaksanakan secara menyeluruh dan serentak. Mulai dari ranah keluarga sampai ke sekolah hingga seluruh masyarakat di Indonesia. Gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga tanggung jawab semua pemangku kepentingan termasuk dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi sosial, pegiat literasi, orang tua, dan masyarakat.
"Gerakan yang akan meningkatkan literasi bangsa ini harus menjadi sebuah gerakan nasional yang terintegrasi dan tidak parsial. Oleh karena itu, pelibatan publik dalam gerakan ini menjadi penting untuk memastikan dampak positif dari gerakan peningkatan daya saing bangsa," usulnya. *
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga emas Antam naik jadi Rp2.655.000 per gram. Simak daftar lengkap harga emas UBS dan Galeri24 terbaru hari ini.
Sebanyak 25.000 Koperasi Desa Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus-September 2026 dengan dukungan penuh seluruh kementerian dan lembaga.
Prevalensi stunting di Kota Jogja turun menjadi 8,27 persen pada 2026. Kemantren Kotagede masih mencatat angka stunting tertinggi.
Satpol PP Bantul berhasil mengungkap lokasi yang diduga menjadi tempat produksi miras oplosan di Kalurahan Sabdodadi
Kasus kekerasan anak di Gunungkidul mencapai 50 kasus hingga Juli 2026. Dinas Sosial P3A memperkuat upaya pencegahan di masyarakat dan sekolah.
KPK menyita Toyota Alphard milik Bupati Lombok Barat nonaktif Lalu Ahmad Zaini yang diduga diterima dari pihak swasta terkait proyek di PT Air Minum Giri Menang