Riset Fenomena Api Seyegan Rampung, BPBD Serahkan Hasil ke Keluarga
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Ilustrasi jalan tol./Pixabay
Harianjogja.com, KULONPROGO--Kontraktor pembangunan tol Jogja-Yogyakarta International Airport (YIA) PT Jogjasolo Marga Makmur memastikan, proyek di wilayah barat DIY itu akan melewati enam kecamatan dan 17 desa di Kulonprogo. Ditargetkan, pembebasan lahan mulai digulirkan pada akhir tahun ini.
Direktur Teknik PT Jogjasolo Marga Makmur, Pristi Wahyono, di sela-sela audiensi dengan Pemkab Kulonprogo, Kamis (14/7/2022) menyatakan salam rencana awal, pembebasan lahan untuk tol di Kulonprogo akan digulirkan mulai akhir tahun 2022 sampai akhir 2023.
Sementara target operasionalnya dipatok bisa digunakan masyarakat pada akhir 2025 atau awal 2026.
BACA JUGA: Percepat Transisi Energi di RI, PLN Ajak Negara-negara G20 Berkolaborasi
Dari sisi anggaran, Pristi menuturkan besaran anggaran pembangunan Tol Jogja- YIA masih belum bisa dirinci secara pasti karena saat ini masih tahap desain. "Tol di Kulonprogo ini saya belum tahu [anggarannya], karena ini masih desain," ujarnya, Kamis (14/7/2022).
"Desain [pembangunan tol] kan macam-macam ada yang di atas ada yang di bawah. Itu nanti sangat menentukan nilai konstruksinya," kata dia.
Dikatakannya pembangunan Tol Jogja-YIA Kulonprogo masih dalam proses Izin Penetapan Lokasi (IPL). "Mudah-mudahan Izin Penetapan Lokasi yang dikeluarkan pak Gubernur [Gubernur DIY] itu bisa segera turun. Memang semua butuh proses," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman menyerahkan hasil riset fenomena api Seyegan kepada keluarga. Rekaman CCTV kini menjadi bagian penyelidikan kepolisian.
Penerapan parkir QRIS di Bantul belum direalisasikan. Dishub masih mematangkan aplikasi, koordinasi dengan BPD DIY, dan kesiapan juru parkir.
Menonton film dan serial digital menjadi cara siswa SMAN 1 Sleman mengurangi stres setelah ujian sekaligus memulihkan energi dari aktivitas belajar.
HIPMI DIY meminta evaluasi Program Makan Bergizi Gratis tidak merugikan UMKM mitra yang telah berinvestasi besar untuk mendukung program pemerintah.
Psikolog menjelaskan kebutuhan akan kontrol, hilangnya empati, dan kemarahan terpendam dapat menjadi faktor pemicu tindakan penyekapan dan penyiksaan.
Penanganan kawasan kumuh Sleman menghadapi kendala anggaran dan status lahan, namun target penataan permukiman terus ditingkatkan hingga 2029.