Debut Menantang, Veda Pratama Finis ke-16 di Moto3 Hungaria
Veda Pratama finis ke-16 di debut Moto3 Hungaria 2026 meski kena penalti. Simak hasil lengkap balapan.
Danang Maharsa/Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Wawasan kebangsaan dapat diartikan sebagai cara masyarakat sebagai bangsa Indonesia memandang diri dan lingkungannya untuk mencapai tujuan nasional. Hal itu mencakup perwujudan sebagai kesatuan politik, sosial budaya, ekonomi dan pertahanan keamanan, dengan berpedoman pada falsafah Pancasila dan UUD 1945.
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengatakan pada hakikatnya Wawasan Kebangsaan merupakan wujud dari implementasi nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. "Nilai-nilai tersebut menjadi panduan dan pedoman bagi seluruh bangsa untuk membangun jati diri atau karakter bangsa," katanya, Rabu (13/7/2022).
Danang menjelaskan, dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, wawasan kebangsaan merupakan hal yang sangat penting untuk ditanamkan kepada setiap warga negara.
"Pemkab Sleman memandang wawasan kebangsaan menjadi sangat penting untuk ditanamkan demi menjaga kondusivitas wilayah. Terlebih, Bumi Sembada dijuluki Indonesia Mini karena merupakan wilayah dengan heterogenitas yang tinggi," ujarnya.
Seiring dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi, berbagai pengaruh negatif juga masuk ke Sleman, seperti maraknya penyalahgunaan narkoba, bullying, perkelahian antarpelajar dan kasus lainnya. "Untuk menangkal degradasi moral anak bangsa, diperlukan pemahaman generasi muda tentang wawasan kebangsaan," kata Danang.
Merujuk pada Permendagri No.71/2012 tentang Pedoman Pendidikan Wawasan Kebangsaan, kegiatan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan antara lain ditujukan kepada organisasi politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, guru/pendidik, pegawai negeri sipil, pelajar dan mahasiswa. "Dengan sasaran yang cukup banyak ini diharapakan nilai-nilai wawasan kebangsaan dapat tertanam dalam setiap warga masyarakat dan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari," harapnya.
Pemkab Sleman melalu Badan Kesatuan Bangsa dan Politik melaksanakan optimalisasi pengarusutamaan program berwawasan kebangsaan, di antaranya dengan menggelar pembinaan wawasan kebangsaan bagi generasi muda hingga tingkat kalurahan, penyelenggaraan pusat pendidikan wawasan kebangsaan (PPWK).
Kesbangpol Sleman, kata Danang, juga menggelar kegiatan Wasbang Goes To School di sejumlah sekolah di Sleman. Dengan beragam kegiatan ini, Danang berharap dapat menghasilkan masyarakat terutama generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
Termasuk meningkatkan kecintaan dan ketentraman terhadap NKRI, dengan pemahaman dan pelaksanaan nilai-nilai ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan. Dia menyadari, pembinaan wawasan kebangsaan maupun penerapan nilai-nilainya tidak mungkin dapat maksimal ketika hanya dilaksanakan oleh Pemkab saja.
"Hal itu juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama kesadaran warga Sleman sendiri. Mari jaga toleransi, persatuan dan kesatuan bangsa serta nilai-nilai wawasan kebangsaan yang lain di Sleman, sehingga terwujud Sleman sebagai rumah bersama," kata Danang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Veda Pratama finis ke-16 di debut Moto3 Hungaria 2026 meski kena penalti. Simak hasil lengkap balapan.
“Harapannya pelaku usaha di sini [Padukuhan Banyu] bisa naik kelas, yang ditandai dengan naiknya omzet dan pendapatan yang dimiliki,”
Cek jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 10 Juni 2026 lengkap dari pagi hingga malam, tarif murah Rp8.000 dan bebas macet.
Sekda DIY soroti alih fungsi lahan dan pentingnya data dalam kebijakan untuk menjaga ketahanan pangan dan pembangunan berkelanjutan.
Instalasi Sunflower Angel di Candi Prambanan viral, hadirkan wisata estetik dan pengalaman seni unik yang diserbu ribuan pengunjung.
BI DIY dan TPID luncurkan MRANTASI PKK 2026 untuk tekan inflasi lewat budidaya cabai dan ketahanan pangan rumah tangga.