UGM Temukan Residu PVC di Lokasi Api Misterius Seyegan
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Bendera Indonesia/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul segera menyosialisasikan Gerakan Indonesia Raya Bergema ke sejumlah destinasi wisata.
Kepala Dinpar Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan perlu sosialisasi agar gerakan ini dapat dilakukan secara serentak dan khidmat.
BACA JUGA: Dituding Kerap Pansos oleh Elite PDIP, Ini Jawaban Ganjar Pranowo
Menurut Kwintarto, ketika Indonesia Raya dikumandangkan, orang yang mendengarkan diminta berdiri, lalu aktivitas dihentikan sejenak. "Kalau nanti posisinya seperti itu dan sudah disosialisasikan secara baik, saya kira tidak ada persoalan. Tetapi kalau belum disosialisasikan, saya khawatir saat lagu dikumandangkan masyarakat enggak paham, masih melakukan aktivitas. Dalam tanda kutip kurang menghormati atau kurang menghargai. Ini kan jadi tidak baik," kata dia, Senin (24/5/2021)
Kwintarto mengatakan tidak semua destinasi wisata memiliki sarana memadai seperti pengeras suara untuk memutar lagu Indonesia Raya. Ini dialami destinasi wisata di alam.
Sejumlah tempat publik seperti pasar tradisional juga mulai mengumandangkan Indonesia Raya tiap pagi. Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Sukrisna Dwi Susanta mengatakan sebagian pasar telah mulai menjalankan Gerakan Indonesia Rata Bergema. "Nanti kami sosialisasikan ke semua pasar melalui surat edaran," tuturnya.
BACA JUGA: Sejumlah Pengusaha di DIY Mendaftar Vaksin Gotong Royong
Beberapa pasar yang telah mulai memutar lagu Indonesia Raya tiap padi adalah Pasar Niten,Pasar Imogiri, Pasar Angkruksari, Pasar Turi, Pasar Barongan, Pasar Piyungan, dan Pasar Dlingo
"Ini baru saya klarifikasi via telepon ke lurah-lurah pasar lainnya. Insyaallah semua pasar yang sudah punya radio pasar, Jumat besok akan mengumandangkan Indonesia Raya," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UGM menemukan residu PVC di lokasi fenomena api Seyegan, Sleman. Tim peneliti menyimpulkan sumber api bukan berasal dari gas alam dan kini fokus mencari pemanti
Gojek mulai menerapkan biaya pembatalan GoCar Rp3.000 di sejumlah kota. Simak syarat, mekanisme, dan ketentuan lengkapnya.
Balita tewas setelah terjebak lubang proyek di Manggarai, Tebet. Evakuasi berlangsung empat jam sebelum korban dibawa ke rumah sakit.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 29 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 16 jadwal keberangkatan.
BPS menjamin data Sensus Ekonomi 2026 hanya untuk statistik, bukan pajak. Pendataan menjadi dasar kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Menteri Rosan Roeslani menilai kolaborasi riset dan industri menjadi kunci mempercepat hilirisasi serta memperkuat daya saing ekonomi nasional.