Jadwal Terbaru SIM Keliling Sleman Oktober 2026, Cek Lokasi dan Syaratnya
Cek jadwal SIM Sleman Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE lengkap dengan syarat perpanjangan.
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA -- Dosen dengan kualifikasi jabatan akademik profesor atau guru besar diminta tetap mempertahankan produktivitas keilmuan yang ditekuni. Sejumlah guru besar terkendala jabatan sehingga kegiatan penelitiannya terganggu.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V, Aris Junaidi menyatakan lembaganya memfasilitasi agar para dosen di DIY bisa menduduki jabatan akademik hingga guru besar. Setelah mendapatkan predikat itu ia berharap para guru besar tidak kendur dalam menghasilkan karya dan tetap produktif dalam berbagai kegiatan akademik terutama penelitian. Saat ini jumlah guru besar di DIY sebanyak 290 orang dari berbagai keilmuan.
"Harapan kami justru lebih produktif baik dalam penelitian, membimbing S2 dan S3, membangun jaringan, itu suatu keharusan sebagai guru besar. Kalau di luar negeri misalnya tidak produktif ya dikeluarkan, cari yang produktif karena dampaknya kan bisa menambah post graduated student Magister Doktor jadi naik," katanya kepada wartawan di sela-sela penyerahan SK Guru Besar di Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Jalan Kapas Umbulharjo, Kota Jogja, Jumat (15/7/2022).
BACA JUGA: Wow! Bakal Ada Sarinah-Sarinah Mini di Bandara
Dia mengakui karya jurnal dari kalangan guru besar juga perlu ditingkatkan. Hal ini tidak lepas dari berbagai kendala yang dihadapi rata-rata guru besar memiliki jabatan tertentu di kampus. Akibatnya kegiatan penelitian terganggu bahkan hingga aktivitas pembimbingan, pengujian, membangun jaringan. "[Untuk penerbitan jurnal] Hanya minim, sekaligus untuk dalam dua tahun hanya satu, sangat minim harapannya minimal bisa lebih dari itu," ujarnya.
Rektor UAD, Muchlas menyatakan kampusnya menargetkan penambahan lima guru besar dalam setahun. Pada tahun ini baru terealisasi penambahan dua orang, salah satunya SK diserahkan kepada Suparman sebagai guru besar Matematika Terapan pada Jumat.
Dia tercatat sebagai satu-satunya guru besar untuk Matematika Terapan di LLDikti wilayah V. Saat ini kampusnya memiliki delapan guru besar aktif. Namun dalam proses perkuliahan dibantu dengan 11 guru besar purna tugas. Dia berupaya mendorong para guru besar agar tetap produktif di bidang akademik.
"Kami melakukan akselerasi untuk menambah kualifikasi guru besar. Kami menjaring potensi dosen yang siap, kami dampingi, dana kami siapkan, pemberkasan persyaratan juga ada tim yang menyiapkan," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal SIM Sleman Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE lengkap dengan syarat perpanjangan.
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Tahap 6 dibuka hingga 14 Oktober. Simak jadwal seleksi, pengumuman, dan pelatihannya.
Pemuda Mojosongo Solo YD diduga ditangkap Densus 88. Keluarga mempertanyakan perkara dan meminta penjelasan terkait proses hukum.
APBN 2027 memang memangkas subsidi energi Rp11,44 triliun. Namun, klaim gas langka dan harga pasti naik belum terbukti.
Disertasi Jejen Hendar di UII menyoroti pengelolaan TJSP yang masih formalitas dan mendorong regulasi berbasis keadilan sosial.
Menag Nasaruddin Umar mengajak ASN Kemenag, guru, tokoh agama, dan santri menjadi agen Perlinsos untuk membantu pendataan penerima bansos.