Jadwal KA Bandara YIA Xpress 29 Juni 2026, Cek Jam Berangkatnya
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Senin 29 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan Tugu Jogja–YIA dan YIA–Tugu terbaru.
Sejumlah pemateri hadir dalam diskusi bertajuk Amandemen Konstitusi dalam rangka Mengembalikan Kedaulatan Rakyat, Kamis (23/6/2022). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah guru besar menyoroti dinamika kedaulatan rakyat dalam UUD 1945 yang telah diamandemen sebanyak empat kali dalam diskusi di Kantor DPD RI Jalan Kusumanegara. Hasil amandemen dinilai jauh dari harapan konstitusi yang sempurna seperti klaim para tokoh yang terlibat, sebaliknya justru dinilai telah menjadi kontroversi konstitusional.
Guru Besar Kebijakan Publik dan Manajemen UGM Profesor Sofian Effendi menyatakan sejumlah kontroversi konstitusional akibat amandemen UUD yaitu letak kedaulatan rakyat menjadi tidak jelas dan tidak efektif. Sesuai dengan Pasal 1 ayat 2 bahwa kedaulatan di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD. Namun kedudukan MPR sebagai pelaksana kedaulatan dihapus.
"Apakah dalam posisi tidak sebagai lembaga pelaksana kedaulatan rakyat, MPR berwenang melaksanakan tugas dan fungsi yang ditetapkan pada ayat tersebut," katanya dalam diskusi bertajuk Amandemen Konstitusi dalam rangka Mengembalikan Kedaulatan Rakyat, Kamis (23/6/2022).
BACA JUGA: Pengadaan Lahan Perumahan untuk Pegawai Bandara Kulonprogo Rugikan Negara Rp23 Miliar
Ia menambahkan dalam amandemen juga mengganti sistem single legitimacy menjadi demokrasi mayoritas karena lembaga legislatif dipilih langsung oleh rakyat. Kondisi ini menjadikan constitutional gridlock atau kemacetan konstitusi karena tidak ada lembaga yang memiliki kewenangan untuk memutus sengketa lima kekuasaan dalam hal ini legislatif, eksekutif, yudikatif, auditif dan lembaga moneter. Dewan Pertimbangan Agung yang juga dihapus kemudian digantikan Wantimpres dinilai sebagai penyimpangan dari susunan lembaga pemerintah.
"Hampir semua kedaulatan rakyat menguap dari tangan rakyat. Ini constitutional gridlock akibat perubahan sistem demokrasi yang tidak dikoreksi secepatnya," ujarnya.
Selain Sofian Effendi, Profesor Kaelan juga turut menyoroti amandemen UUD. Ia menilai dalam proses amandemen banyak campur tangan asing yang juga turut hadir dalam pembahasan materi perubahan. "Ini memprihatinkan dalam sejarah ketatanegaraan di Indonesia, bagaimana mungkin LSM asing ikut campur tangan," katanya.
Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan banyak yang menilai UUD bukan diamandemen melainkan diganti karena berubah total. Dibandingkan negara lain, amandemen yang dilakukan di Indonesia tergolong brutal dan masif. Di AS misalnya konstitusi tercatat ada 4.500 kata diubah dengan menambah 2.500 kata dalam waktu 27 kali amandemen. Begitu juga India konstitusi bertambah 30.000 kata dari total 117.000 kata untuk 104 kali amandemen.
"Sedangkan UUD RI yang asli sekitar 1.500 kata dilakukan amandemen empat kali menjadi 4.500 kata, ini kecelakaan konstitusi. Parahnya lagi partai politik menjadi satu-satunya instrumen untuk mengusung calon pemimpin bangsa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal KA Bandara YIA Xpress Senin 29 Juni 2026 lengkap. Cek jam keberangkatan Tugu Jogja–YIA dan YIA–Tugu terbaru.
Ai Ogura menjuarai MotoGP Belanda 2026 di Assen dan mengakhiri penantian 22 tahun Jepang untuk kemenangan di kelas MotoGP.
Microsoft memperpanjang update keamanan gratis Windows 10 hingga 12 Oktober 2027 melalui program ESU. Simak syarat dan cara mendapatkannya.
Wakil Wali Kota Jogja mengajak generasi muda membentengi diri dari narkoba, perundungan, dan pergaulan negatif melalui penguatan karakter dan aktivitas pos
Abrasi dan rob merendam dua hektare kawasan Pantai Sigandu Batang. Pemkab fokus menanam mangrove dan menyiapkan pemulihan kawasan wisata pada 2027.
Ratusan pelajar di Kota Jogja mengikuti Gerakan Jogja Berhati Nyaman setiap Jumat Wage untuk membangun budaya bersih, sehat, dan peduli lingkungan.