Kali Belakang Kantor Pemkab Gunungkidul Ditutup, Habiskan Rp1 Miliar
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Nafisah Azahra Nugraha Putri (kanan) dan Muhammad Daffa Wahyu Putra (kiri) menunjukan medali yang diraih dalam kejurnas taekwondo Bupati Sleman Cup 2018, Rabu (25/4/2018). /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Dua siswa MAN 4 Bantul mendapatkan dua medali emas dalam kejuaraan nasional taekwondo Bupati Sleman Cup 2018 yang digelar di akhir pekan lalu. Kedua siswa yang meraih medali ini adalah Nafisah Azahra Nugraha Putri dan Muhammad Daffa Wahyu Putra.
Khusus untuk Daffa, selain merebut medali emas di kelas Poomase Individual Junior Putra. Jadi total ada tiga medali yang dibawa pulang oleh atlet dari siswa-siswi MAN 4 Bantul ini. Atas prestasi ini, rencananya kedua atlet ini akan mengikuti kejuaraan tingkat internasional di Malaysia pada Agustus mendatang.
Guru Pendamping MAN 4 Bantul Andri Efriadi mengaku senang dengan prestasi yang ditorehkan kedua siswa didiknya. Menurut dia, dengan raihan ini menambah panjang daftar prestasi yang diraih sekolah. “Memang yang terbaru berhasil dari kejurnas karate di Sleman akhir pekan lalu,” kata Andri kepada Harianjogja.com, Rabu (25/4/2018).
Menurut dia, dalam pembinaan, fokus sekolah tidak hanya mengacu pada sisi akademik. Namun ketrampilan siswa di bidang lain juga terus diasah melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler. Beberapa kegiatan di luar jam sekolah yang diberikan di antaranya mengaji, pencaksilat, taekwondo dan lain sebagainya.
“Untuk kegiatan ini merupakan pilihan siswa dan bisa ikut dimana saja. Yang jelas, kami akan terus memberikan dukungan agar siswa dapat berprestasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Muhammad Daffa Wahyu Putra mengaku senang dengan torehan satu medali emas dan satu perak di kejurnas taekwondo di Sleman. Menurut dia, hasil ini akan dijadikan bekal untuk bertanding di kejuaraan di Malaysia Agustus mendatang.
“Ya sebagai persiapan. Mudah-mudahan dalam kejuaraan itu dapat memperoleh hasil yang maksimal,” kata Daffa.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Nafisah Azahra Nugraha Putri. Menurut dia, untuk kejuaraan di Malaysia tidak hanya melatih ketrampilan dan fisik, namun juga terus mengasah mental bertanding. Menurut dia, mental memberikan pengaruh besar di setiap kejuaraan yang dijalani.
“Intinya harus siap bertanding dan saya ingin mengulang prestasi sewaktu masih SD menjadi juara taekwondo di Singapura beberapa tahun yang lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Operasi Freeport Indonesia di Grasberg berangsur pulih. Kapasitas produksi PTFI ditargetkan mencapai 80% pada pertengahan 2027.
G7 sepakat melepas 100 juta barel cadangan energi. Trump kemudian membatalkan rencana larangan ekspor solar AS.
Kunjungan wisman ke YIA mencapai 13.876 pada Agustus 2026. Pemda DIY membidik pasar baru dan menjajaki sejumlah rute langsung.
Kapolri Suyudi Ario Seto melantik dan memimpin sertijab 27 perwira tinggi Polri untuk jabatan utama Mabes Polri dan Kapolda.
DPRD Gunungkidul segera membahas tiga Raperda baru tentang rokok, pariwisata, dan jaminan sosial ketenagakerjaan.