APBD DIY 2027 Disiapkan Rp4,93 Triliun, Fokus pada Tiga Hal Ini
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Pengukuhan kelompok Jaga Warga di kantor Kapanewon Ngaglik, Rabu (20/7/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN -- Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di padukuhan, Kelompok Jaga Warga juga diminta aktif memantau setiap orang asing yang datang ataupun tinggal di wilayahnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut kelompok Jaga Warga ini dibentuk untuk menjaga kondusivitas di tingkat padukuhan. Hal itu merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No.28/2021 tentang Kelompok Jaga Warga.
Menurutnya, Jaga Warga tidak hanya sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di padukuhan saja, tetapi juga aktif memantau setiap orang asing yang datang ataupun tinggal di wilayahnya.
"Kalau ada orang luar datang, harap dipantau keperluannya apa. Jangan sampai ada gesekan di masyarakat, seperti kegiatan terorisme dan ekstrimisme," ucapnya seusai mengukuhkan kelompok Jaga Warga Padukuhan Plosokuning V Kalurahan Minomartani dan Padukuhan Penen Kalurahan Donoharjo di kantor Kapanewon Ngaglik, Rabu (20/7/2022).
Kustini mengimbau kelompok Jaga Warga untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan pranata sosial lainnya. Dengan begitu, ketika ada permasalahan sekecil apa pun di masyarakat akan segera diketahui terlebih dahulu di tingkat padukuhan.
BACA JUGA: Beri Kuliah Umum di UII, Dubes Ukraina Beberkan Seberapa Parah Serangan Rusia
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengayakan kelompok Jaga Warga bertugas untuk memberikan masukan kepada perangkat di padukuhan masing-masing terkait dengan menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas secara umum.
Kelompok ini juga bisa mendorong masyarakat untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya luhur di tengah masyarakat, seperti budaya gotong royong dan siskamling. Ia menyebutkan dari 1.212 padukuhan di Kabupaten Sleman, saat ini telah ada 250 padukuhan yang telah dikukuhkan kelompok Jaga Warganya.
"Target kita sampai 2024, 50 persen padukuhan yang ada di kabupaten Sleman telah memiliki Jaga Warga," kata Shavitri.
Anggota Jaga Warga terdiri dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya dari unsur pemuda, kegiatan perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Adapun jumlah kelompok Jaga Warga di masing-masing padukuhan ada sekitar 25 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD DIY 2027 dirancang Rp4,93 triliun. Sri Sultan HB X fokus pada pengentasan kemiskinan, peningkatan SDM, dan pertumbuhan ekonomi inklusif berkelanjutan.
Pemerintah menargetkan 30.000 KDMP beroperasi hingga akhir 2026 untuk memperkuat distribusi komoditas, membantu petani, dan mengendalikan inflasi.
Disdik Sleman mengimbau orang tua melapor jika menemukan praktik pemaksaan pembelian seragam sekolah oleh pihak sekolah atau komite.
Polisi jadwalkan pemeriksaan saksi kasus kekerasan seksual KKN UAD di Sleman. Korban telah dimintai keterangan dan penyelidikan masih berlangsung.
Penyaluran BSU 2025 mencapai 95,07% dari target. Kemnaker mengungkap kendala data penerima dan menegaskan BSU 2026 belum diumumkan.
Presiden Prabowo menyoroti rendahnya gaji guru dan kebocoran ekonomi yang dinilai memengaruhi kemampuan negara meningkatkan kesejahteraan masyarakat.