Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo 2026, Jam Sibuk Tiket Ludes
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
Ilustrasi-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN– Sebanyak 50 anggota jaga warga Kalurahan Caturharjo, Sleman dikukuhkan. Anggota Jaga Warga ini diharapkan menjadi tonggak untuk menjaga kedamaian dan kerukunan warga.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan keberadaan kelompok Jaga Warga tidak hanya sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di padukuhan saja, namun mereka juga aktif memantau setiap kerukunan antarwarga di wilayahnya. Ke 50 warga yang dikukuhkan tersebut berasal dari dusun Medari Cilik dan Ngemplak.
"Kelompok Jaga Warga ini dibentuk untuk menjaga kondusifitas di tingkat padukuhan. Hal itu merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur DIY No. 28 Tahun 2021 tentang Kelompok Jaga Warga," katanya saat mengukuhkan kelompok Jaga Warga, di Kalurahan Caturharjo, Jumat (5/8/2022).
BACA JUGA: Tak Hanya SMA, SDN Blunyahrejo Kota Jogja Juga Diduga Mewajibkan Jilbab ke Siswi
Dalam prosesi pelantikan, Kustini juga memimpin pembacaan ikrar Jaga Warga. Ia juga menyematkan rompi kepada dua orang yang menjadi perwakilan anggota. "Saya berharap anggota yang sudah dikukuhkan dapat mengemban amanah dengan baik dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di tingkat padukuhan," kata Kustini.
Diakuinya, peran kelompok Jaga Warga tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tapi juga perlu menjaga kerukunan antarwarga. Dia berharap para anggota dapat tanggungjawab tersebut dapat dijalankan secara bertanggungjawab sesuai kewenangan yang dimiliki. Meski begitu, kelompok Jaga Warga diminta untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan pranata sosial lainnya.
"Ketika ada permasalahan sekecil apa pun di masyarakat akan segera diketahui terlebih dahulu di tingkat padukuhan sehingga tidak ada lagi sinyal-sinyal negatif yang dapat memecah kerukunan warga," ujar Kustini
Panewu Sleman, Suyanto berharap kehadiran Jaga Warga dapat menjaga suasana tenang di lingkungan warga. Dia juga mengingatkan agar anggota Jaga Warga dapat bersinergi dengan pranata sosial lainnya untuk mengoptimalisasikan potensi warga. "Semoga mereka bisa menjadi tonggak untuk menjaga kedamaian dan kerukunan warga," harap Suyanto.
Jaga Warga merupakan kelompok masyarakat yang terbentuk dari berbagai unsur, di antaranya dari unsur pemuda, kegiatan perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Adapun jumlah kelompok Jaga Warga di masing-masing padukuhan ada sekitar 25 orang.
Hingga saat ini terdapat 250 padukuhan dari 1.212 padukuhan di Sleman yang telah dikukuhkan kelompok Jaga Warganya. "Jaga Warga bertugas untuk memberikan masukan kepada perangkat di padukuhan masing-masing terkait menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas secara umum," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Shavitri Nurmala Dewi.
Kelompok ini juga bisa mendorong masyarakat untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya luhur di tengah masyarakat, seperti budaya gotong royong dan siskamling. "Target kami sampai tahun 2024, 50 persen padukuhan di Sleman memiliki Jaga Warga," kata Shavitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal terbaru Prameks Jogja–Kutoarjo 2026 lengkap. Simak jam keberangkatan, tips hindari kehabisan tiket, dan jam sibuk penumpang.
WhatsApp bisa membuat memori ponsel cepat penuh. Simak cara membersihkan penyimpanan tanpa menghapus chat penting.
Chelsea dikabarkan segera menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih baru dengan kontrak empat tahun usai tercapai kesepakatan prinsip.
212 T01 facelift resmi meluncur di Beijing Motor Show 2026 dengan desain baru dan siap menantang Jeep Wrangler di pasar global.
Persib Bandung menghadapi PSM Makassar dengan kondisi pincang setelah Bojan Hodak dan tiga pemain utama dipastikan absen.
Alex Marquez menang dramatis pada Sprint Race MotoGP Catalunya 2026, sementara Jorge Martin kembali crash dan gagal finis.