MBG di DIY Bukan Sekadar Makan Gratis, Edukasi Gizi Jadi Kunci
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Pengukuhan kelompok Jaga Warga di kantor Kapanewon Ngaglik, Rabu (20/7/2022)./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN -- Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di padukuhan, Kelompok Jaga Warga juga diminta aktif memantau setiap orang asing yang datang ataupun tinggal di wilayahnya.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebut kelompok Jaga Warga ini dibentuk untuk menjaga kondusivitas di tingkat padukuhan. Hal itu merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur (Pergub) DIY No.28/2021 tentang Kelompok Jaga Warga.
Menurutnya, Jaga Warga tidak hanya sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di padukuhan saja, tetapi juga aktif memantau setiap orang asing yang datang ataupun tinggal di wilayahnya.
"Kalau ada orang luar datang, harap dipantau keperluannya apa. Jangan sampai ada gesekan di masyarakat, seperti kegiatan terorisme dan ekstrimisme," ucapnya seusai mengukuhkan kelompok Jaga Warga Padukuhan Plosokuning V Kalurahan Minomartani dan Padukuhan Penen Kalurahan Donoharjo di kantor Kapanewon Ngaglik, Rabu (20/7/2022).
Kustini mengimbau kelompok Jaga Warga untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan pranata sosial lainnya. Dengan begitu, ketika ada permasalahan sekecil apa pun di masyarakat akan segera diketahui terlebih dahulu di tingkat padukuhan.
BACA JUGA: Beri Kuliah Umum di UII, Dubes Ukraina Beberkan Seberapa Parah Serangan Rusia
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengayakan kelompok Jaga Warga bertugas untuk memberikan masukan kepada perangkat di padukuhan masing-masing terkait dengan menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas secara umum.
Kelompok ini juga bisa mendorong masyarakat untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya luhur di tengah masyarakat, seperti budaya gotong royong dan siskamling. Ia menyebutkan dari 1.212 padukuhan di Kabupaten Sleman, saat ini telah ada 250 padukuhan yang telah dikukuhkan kelompok Jaga Warganya.
"Target kita sampai 2024, 50 persen padukuhan yang ada di kabupaten Sleman telah memiliki Jaga Warga," kata Shavitri.
Anggota Jaga Warga terdiri dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya dari unsur pemuda, kegiatan perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Adapun jumlah kelompok Jaga Warga di masing-masing padukuhan ada sekitar 25 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program Makan Bergizi Gratis atau MBG di DIY diperkuat edukasi gizi. Budi Waljiman mendorong SPPG tak hanya membagikan makanan, tetapi...
Pemkot Jogja digitalisasi pencatatan kunjungan tamu melalui SILAT, dari registrasi hingga verifikasi dokumen dan penyimpanan data.
Rupiah diprediksi menguat ke Rp17.480 per dolar AS hari ini. Rupiah sebelumnya ditutup naik 121 poin ke level Rp17.511.
Operasi caesar dapat memengaruhi keseimbangan mikrobiota usus bayi. Pemberian ASI menjadi salah satu cara menjaga kesehatan pencernaan anak.
Timnas basket putra Indonesia dipastikan dalam kondisi fit untuk menghadapi Jepang pada laga pertama Asian Games 2026 Aichi-Nagoya.
BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas bervariasi di sejumlah kota pada Kamis. Simak prakiraan cuaca lima wilayah DIY.