Ekonomi Jogja Tumbuh 5,84 Persen, Ini Sektor Paling Moncer
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
Ilustrasi sapi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN--Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman menemui beberapa kendala dalam proses vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan 5%-10% ternak yang baru mendapatkan vaksin pertama sudah ada yang dijual dan berpindah tempat.
Dia menjelaskan saat ini pendataan terkait vaksinasi masih berlangsung, sementara sebagian ternak dijual dan ada yang pindah tempat. Alhasil sebanyak 3.100 vaksin dosis dua sebagian dialihkan menjadi dosis pertama. Kondisi ini menurutnya membuat catatan vaksinasi menjadi rancu.
"Dosis pertama kan 3.100 nah ini yang sekarang di lapangan ada beberapa perkembangan. Ada ternak yang sudah divaksin pertama lalu dijual, ada juga yang pindah tempat," ucapnya kepada media ditemui di Turi, Sabtu (6/8/2022).
Sementara itu, terkait penambahan kasus PMK saat ini sudah melandai meski masih ada kasus tambahan. Penambahan kasus kata dia masih kerap terjadi di kandang komunal. Kebanyakan ternak mengalami sakit berulang atau reinfeksi.
"Yang kemarin sakit sudah sembuh diobati ketularan ternak lainnya lagi. Makanya jalan keluar pengobatan dan vaksin cepat," jelasnya.
BACA JUGA: Hingga Agustus, Sleman Membentuk 250 Kelompok Jaga Warga
Meski angka kasus PMK sudah mencapai sekitar 6.000-an Suparmono menyebut tingkat kesembuhannya tinggi. Penambahan jumlah kasus positif belasan, tapi yang sembuh di atas 50-an ternak.
"[obat-obatan] kami dapat BTT kita sudah mulai belanjakan. Untuk obat-obatan dan lainnya APD, tidak termasuk operasional. Dianggarkan Rp900 juta tapi kami dapat Rp1,3 miliar ini semua sampai selesai," paparnya.
Peternak domba kambing Sleman dari Merapi Farm, Taufik Mawaddani mengatakan beberapa langkah pencegahan tetap dilakukan. Yakni dengan mengurangi jumlah kunjungan, penyemprotan, sampai pemberian vitamin.
"Karantina ternak sakit dan jaga kebersihan kandang," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ekonomi DIY tumbuh 5,84% pada triwulan I 2026, didorong sektor pariwisata, konsumsi, dan investasi.
BPJS Ketenagakerjaan Sleman genjot Peladi Makarti di 35 kalurahan untuk lindungi pekerja informal dan percepat Universal Coverage Jamsostek 2026.
Neymar kembali dipanggil timnas Brasil untuk Piala Dunia 2026. Carlo Ancelotti membawa kombinasi pemain senior dan bintang muda.
Kemlu RI siapkan langkah perlindungan bagi WNI peserta Global Sumud Flotilla yang dicegat Israel di Laut Mediterania menuju Gaza.
Harga emas Pegadaian hari ini turun. Emas Antam Rp2,861 juta, UBS Rp2,788 juta, dan Galeri24 Rp2,756 juta per gram.
Jadwal Bus Malioboro–Parangtritis hari ini, tarif Rp12.000, solusi wisata hemat dan praktis di Yogyakarta.