Cuaca Jogja Sabtu Ini: Berawan, Hujan Lokal Bisa Turun Tiba-tiba
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Ilustrasi-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN– Sebanyak 50 anggota jaga warga Kalurahan Caturharjo, Sleman dikukuhkan. Anggota Jaga Warga ini diharapkan menjadi tonggak untuk menjaga kedamaian dan kerukunan warga.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan keberadaan kelompok Jaga Warga tidak hanya sekadar menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di padukuhan saja, namun mereka juga aktif memantau setiap kerukunan antarwarga di wilayahnya. Ke 50 warga yang dikukuhkan tersebut berasal dari dusun Medari Cilik dan Ngemplak.
"Kelompok Jaga Warga ini dibentuk untuk menjaga kondusifitas di tingkat padukuhan. Hal itu merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur DIY No. 28 Tahun 2021 tentang Kelompok Jaga Warga," katanya saat mengukuhkan kelompok Jaga Warga, di Kalurahan Caturharjo, Jumat (5/8/2022).
BACA JUGA: Tak Hanya SMA, SDN Blunyahrejo Kota Jogja Juga Diduga Mewajibkan Jilbab ke Siswi
Dalam prosesi pelantikan, Kustini juga memimpin pembacaan ikrar Jaga Warga. Ia juga menyematkan rompi kepada dua orang yang menjadi perwakilan anggota. "Saya berharap anggota yang sudah dikukuhkan dapat mengemban amanah dengan baik dalam menjaga keamanan, kenyamanan, dan ketertiban di tingkat padukuhan," kata Kustini.
Diakuinya, peran kelompok Jaga Warga tidak hanya untuk menjaga lingkungan, tapi juga perlu menjaga kerukunan antarwarga. Dia berharap para anggota dapat tanggungjawab tersebut dapat dijalankan secara bertanggungjawab sesuai kewenangan yang dimiliki. Meski begitu, kelompok Jaga Warga diminta untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan pranata sosial lainnya.
"Ketika ada permasalahan sekecil apa pun di masyarakat akan segera diketahui terlebih dahulu di tingkat padukuhan sehingga tidak ada lagi sinyal-sinyal negatif yang dapat memecah kerukunan warga," ujar Kustini
Panewu Sleman, Suyanto berharap kehadiran Jaga Warga dapat menjaga suasana tenang di lingkungan warga. Dia juga mengingatkan agar anggota Jaga Warga dapat bersinergi dengan pranata sosial lainnya untuk mengoptimalisasikan potensi warga. "Semoga mereka bisa menjadi tonggak untuk menjaga kedamaian dan kerukunan warga," harap Suyanto.
Jaga Warga merupakan kelompok masyarakat yang terbentuk dari berbagai unsur, di antaranya dari unsur pemuda, kegiatan perempuan, tokoh masyarakat dan tokoh agama. Adapun jumlah kelompok Jaga Warga di masing-masing padukuhan ada sekitar 25 orang.
Hingga saat ini terdapat 250 padukuhan dari 1.212 padukuhan di Sleman yang telah dikukuhkan kelompok Jaga Warganya. "Jaga Warga bertugas untuk memberikan masukan kepada perangkat di padukuhan masing-masing terkait menjaga keamanan, ketertiban dan kondusifitas secara umum," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Sleman, Shavitri Nurmala Dewi.
Kelompok ini juga bisa mendorong masyarakat untuk merevitalisasi nilai-nilai budaya luhur di tengah masyarakat, seperti budaya gotong royong dan siskamling. "Target kami sampai tahun 2024, 50 persen padukuhan di Sleman memiliki Jaga Warga," kata Shavitri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cuaca Jogja Sabtu ini berawan dengan potensi hujan lokal. BMKG ingatkan hujan bisa turun tiba-tiba siang–sore hari.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.