Gunungkidul Mendapat Kuota Pasang Listrik Terbanyak di DIY

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 14 Agustus 2022 12:07 WIB
Gunungkidul Mendapat Kuota Pasang Listrik Terbanyak di DIY

Ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY Pramuji Ruswandono memastikan Pemerintah DIY berkomitmen untuk menyelesaikan masalah kelistrikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu. Hal ini tak lepas dari adanya program Pengelolaan Ketenagalistrikan.

“Sudah dimulai sejak 2016 lalu dan masih berlangsung hingga sekarang,” kata Pramuji saat dihubungi Minggu (14/8/2022).

Dia menjelaskan, untuk tahun ini ada 1.242 sambungan rumah baru. Adapun peta sebarannya, Gunungkidul menjadi wilayah dengan sasaran program terbanyak dengan jumlah 487 sambungan. Disusul berikutnya Kulonprogo 311 sambungan, Bantul 287 sambungan dan Sleman 157 sambungan baru.

“Program ini dilaksanakan untuk memberikan kemudahan akses energi bagi masyarakat,” katanya.

Meski demikian, sambung Pramuji, tidak semua warga bisa mengikuti program ini. Pasalnya, kebijakan hanya berlaku bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Jadi ada proses verifikasi sebelum instalasi dipasang dan nantinya juga mendapatkan subsidi dari PLN,” kata dia.

Baca juga: Terima Bantuan Sambungan Listrik Gratis PLN, Warga Mengaku Hidup Jadi Lebih Mudah dan Tenang

Sebelumnya diberitakan, hingga sekarang ini di Gunungkidul masih ada 328 keluarga yang belum bisa menikmati aliran listrik. Jumlah ini diketahui melalui aplikasi Sistem Informasi Kabupaten (Sikab) yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul.

“Ini berdasarkan pendataan di 2021,” kata Kepala Sub Bidang Pengelolaan Data Pembangunan, Bappeda Gunungkidul, Rifai Adi Hartanto.

Dari data yang ada di Gunungkidul terdapat 143.171 rumah tangga. Pengguna listrik PLN sebanyak 141.841 rumah tangga. Meski demikian, dari jumlah ini ada 10.369 keluarga belum memiliki instalasi sendiri atau masih menyambung milik rumah warga lainnya.

Adapun warga yang menggunakan listrik non PLN ada 942 rumah tangga. Sedangkan sisanya sebanyak 328 keluarga belum mendapatkan aliran listrik sama sekali. “Untuk sebarannya ada di seluruh kapanewon di Gunungkidul, tapi dengan jumlah keluarga yang berbeda-beda,” katanya. 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online