Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Kepala Bidang Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY Pramuji Ruswandono memastikan Pemerintah DIY berkomitmen untuk menyelesaikan masalah kelistrikan, khususnya bagi keluarga kurang mampu. Hal ini tak lepas dari adanya program Pengelolaan Ketenagalistrikan.
“Sudah dimulai sejak 2016 lalu dan masih berlangsung hingga sekarang,” kata Pramuji saat dihubungi Minggu (14/8/2022).
Dia menjelaskan, untuk tahun ini ada 1.242 sambungan rumah baru. Adapun peta sebarannya, Gunungkidul menjadi wilayah dengan sasaran program terbanyak dengan jumlah 487 sambungan. Disusul berikutnya Kulonprogo 311 sambungan, Bantul 287 sambungan dan Sleman 157 sambungan baru.
“Program ini dilaksanakan untuk memberikan kemudahan akses energi bagi masyarakat,” katanya.
Meski demikian, sambung Pramuji, tidak semua warga bisa mengikuti program ini. Pasalnya, kebijakan hanya berlaku bagi keluarga kurang mampu yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Jadi ada proses verifikasi sebelum instalasi dipasang dan nantinya juga mendapatkan subsidi dari PLN,” kata dia.
Baca juga: Terima Bantuan Sambungan Listrik Gratis PLN, Warga Mengaku Hidup Jadi Lebih Mudah dan Tenang
Sebelumnya diberitakan, hingga sekarang ini di Gunungkidul masih ada 328 keluarga yang belum bisa menikmati aliran listrik. Jumlah ini diketahui melalui aplikasi Sistem Informasi Kabupaten (Sikab) yang dimiliki Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul.
“Ini berdasarkan pendataan di 2021,” kata Kepala Sub Bidang Pengelolaan Data Pembangunan, Bappeda Gunungkidul, Rifai Adi Hartanto.
Dari data yang ada di Gunungkidul terdapat 143.171 rumah tangga. Pengguna listrik PLN sebanyak 141.841 rumah tangga. Meski demikian, dari jumlah ini ada 10.369 keluarga belum memiliki instalasi sendiri atau masih menyambung milik rumah warga lainnya.
Adapun warga yang menggunakan listrik non PLN ada 942 rumah tangga. Sedangkan sisanya sebanyak 328 keluarga belum mendapatkan aliran listrik sama sekali. “Untuk sebarannya ada di seluruh kapanewon di Gunungkidul, tapi dengan jumlah keluarga yang berbeda-beda,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.