Terungkap! Istri Gorok Leher Suami di Bantul, Dipicu Chat Selingkuh
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
Merti Kali Code./Antara-Hendra Nurdiyansyah
Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DIY menyebut mayoritas sumur warga di Kota Joja tercemar bakteri e-coli. Pemerintah juga menyebut, kualitas air tanah di Jogja kini terus memburuk.
Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja menyebutkan, mayoritas air sumur di wilayahnya tercemar bakteri e-coli. Hal ini disebabkan kondisi permukiman penduduk yang padat dan berdekatan dengan limbah rumah tangga, sehingga air sumur warga rentan terpapar bakteri e-coli.
Instansi penguji kualitas lingkungan yang berada di bawah DLH Jogja ini sebelumnya punya layanan uji kualitas air dengan memanfaatkan Laboratory Information Management System (LIMS). Warga bisa mengajukan permintaan kepada petugas untuk menguji kualitas air di wilayah masing-masing secara gratis. Lewat pengujian itu, UPT Laboratorium Lingkungan mendapati bahwa rata-rata air sumur warga tercemar dengan bakteri e-coli.
"Secara umum memang merata dan semua sumur di Jogja itu airnya terpapar bakteri e-coli. Karena memang kondisi permukimannya yang padat kemudian limbah pembuangan rumah tangga berdekatan dengan sumur," jelas Kepala Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Lingkungan Hidup, DLH Kota Jogja, Sutomo, Jumat (19/8/2022).
Informasi yang dihimpun, bakteri e-coli atau escherichia coli adalah salah satu bakteri yang tergolong Coliform dan hidup secara normal di dalam kotoran manusia maupun hewan. Coliform merupakan indikator pencemaran air. Kuman-kuman penyakit terbawa ke dalam air minum biasanya melalui kontaminasi tinja, ataupun telah ada sebelumnya dalam air tanah.
BACA JUGA: Mahfud MD Klarifikasi soal “Menjijikkan” di Kasus Pembunuhan Brigadir J
Menurut Sutomo, keberadaan bakteri itu pada air sumur tidak terlalu membahayakan asal diolah terlebih dahulu sebelum digunakan untuk keperluan konsumsi. Misalnya dengan dididihkan dengan derajat tertentu guna menghilangkan bakteri pada kandungan air. Namun ia menyebut, jika langsung dikonsumsi tanpa diolah air yang tercemar bakteri e-coli berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.
"Tapi sekarang kan sudah jarang bahkan tidak ada warga yang memakai air sumur untuk diminum. Paling hanya keperluan untuk MCK [mandi, cuci, kakus] dan ini tidak terlalu berbahaya," katanya.
Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja, Very Tri Jatmiko mengatakan bahwa, dari tahun ke tahun kualitas air tanah di Jogja terus menerus menurun. Sejak lima tahun terakhir temuan bakteri e-coli telah ada pada air sumur warga. Selain sumur, kondisi yang paling parah ada pada air sungai.
"Kalau sungai itu hampir semua sudah tercemar airnya dengan bakteri e-coli," kata Very.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kasus istri gorok leher suami di Bantul terungkap. Dipicu perselingkuhan dari chat WhatsApp, pelaku terancam 10 tahun penjara.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.