RSPS Bantul Soroti Masalah Rujukan BPJS, Ini Kendala Sering Dikeluhkan
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Ilustrasi./JIBI
Harianjogja, BANTUL — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul mengusulkan kenaikan honor pengawas ad hoc, baik pengawas tingkat kapanewon, pengawas tingkat kalurahan, maupun pengawas tempat pemungutan suara (TPS) dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) atau pemilihan bupati dan wakil bupati Bantul 2024 mendatang.
Pilkada Serentak 2024 yang di dalamnya termasuk pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bantul akan diselenggarakan pada 27 November 2024 mendatang. Meski demikian, tahapan Pilkada termasuk pengawasan sudah mulai dilakukan tahun ini.
Ketua Bawaslu Bantul, Harlina mengatakan secara formal lembaganya belum mengajukan kebutuhan anggaran pengawasan untuk Pilkada 2024 mendatang karena masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) soal penghitungan kisaran honor untuk pengawas ad hoc.
“Karena pengawas ad hoc harus ada payung hukum untuk menentukan apa yang jadi kebijakan Bawalu Bantul nantinya,” kata Harlina, Minggu (21/8/2022).
BACA JUGA: BOB Sunset Run 2022: Peserta Tercepat 24 Menit 25 Detik
Harlina mengatakan Bawaslu RI sudah berkomunikasi dengan Kemenkeu, khususnya terkait dengan payung hukum guna menentukan honor pengawas ad hoc.
Meski belum ada pengajuan resmi, Bawaslu Bantul sudah melakukan penghitungan sejak Desember lalu, termasuk di dalamnya soal kenaikan honorarium pengawas ad hoc.
Dari hasil penghitungan sementara sementara kebutuhan anggaran Bawaslu Bantul baru sekitar Rp17,2 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibanding anggaran pengawasan pada Pilkada 2020 sebesar Rp6,6 miliar.
“Tetapi draf anggaran ini masih menunggu besarnya honorarium pengawas ad hoc yang diajukan Bawaslu RI kepada Pemerintah Pusat melalui Kemenkeu sehingga kemungkinan masih ada perubahan. Kalau nanti sudah ada edaran resmi dari Kemenkeu, maka Bawaslu Bantul menyesuaikan penyusunan anggaran tersebut dan akan mengajukan secara resmi kepada Pemkab Bantul,” ucap Harlina.
Berdasarkan pengalaman saat Pilkada 2020, anggaran Bawaslu Bantul terbanyak adalah memang untuk pengawas ad hoc, terutama pengawas TPS yang jumlahnya mencapai lebih dari 3.000-an TPS.
Pada Pilkada 2020, honor pengawas TPS sebesar Rp500.000 selama satu bulan. Sementara pengawas tingkat kapanewon untuk ketua Rp1,8 juta dan anggota Rp1,6 juta. Adapun pengawas tingkat kalurahan Rp900.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RSUD Panembahan Senopati Bantul menyoroti berbagai kendala sistem rujukan BPJS Kesehatan yang masih sering dikeluhkan pasien dalam layanan JKN.
Harga emas perhiasan hari ini Jumat 31 Juli 2026 naik tipis. Emas 24 karat di Lakuemas Rp2,227 juta dan Rajaemas Rp2,265 juta per gram.
Pemkot Jogja menggelontorkan lebih dari Rp6 miliar untuk membenahi drainase di Kotagede dan Rejowinangun serta membangun sumur resapan.
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja menjadi harapan Indonesia di perempat final Taipei Open 2026.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.