Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Proses pembuatan moge di bengkel milik Aris Edi Subagyo di Kalurahan Piyaman, Wonosari, Senin (29/8/2022)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga Kalurahan Piyaman, Wonosari, Gunungkidul, Aris Edi Subagyo, berhasil meyulap mesin mobil tua menjadi motor gede (moge). Hasil karyanya ini sudah dipesan pencinta motor di berbagai kota di Indonesia.
Aris mengaku usaha yang dijalaninya ini belum lama, baru tiga bulan lalu. Meski demikian, sudah menerima banyak pesanan moge modifikasi yang dibuat. “Sudah ada pesanan dari NTT, Surabaya, Gresik, Jogja, dan Bekasi,” kata Aris, Selasa (30/8/2022).
Dia menjelaskan, ide modifikasi ini muncul sejak dua tahun lalu. Saat itu, Aris melihat di Youtube tentang modifikasi mesin mobil menjadi sepeda motor sehingga tertarik membuatnya.
Aris pun mulai mencoba membuat moge ini. Di awal-awal pembuatan, ia mengaku kesulitan, terutama menyangkut masalah kestabilan saat berkendara. Meski demikian, sudah ada solusi sehingga laju dari kendaraan bisa stabil saat di jalanan.
Menurut dia, mesin mobil tua yang digunakan berasal dari mobil Mitsubishi minicap keluaran 1970-1980. Pengerjaan satu unit moge membutuhkan waktu sekitar dua bulan.
“Selain membuat rangka, saya harus mencari mesin mobil dari berbagai pelosok untuk bahan moge. Ada juga pencarian motor untuk rangka transmisi,” katanya.
Dia memastikan kendaraan untuk bahan baku yang dibeli harus memiliki surat-surat yang lengkap. Hal ini dibutuhkan agar tidak terjadi permasalahan di kemudian hari. “Banyak yang memesan moge klasik jenis Norton dan BSA. Kalau aslinya hargnya sangat mahal, sehingga banyak pemesan dibuatkan replika kedua moge,” katanya.
Aris mematok harga Rp35 juta-Rp40 juta. Penjualan dilakukan melalui relasi serta memanfaatkan media sosial. “Mudah-mudahan semakin laku dan bengkel yang saya miliki tambah besar sehingga dapat memperkerjakan warga sekitar rumah,” katanya.
Dia menambahkan, moge yang dibuat kebanyakan digunakan untuk pajangan di kafe-kafe. Aris mengatakan kendaraan ini bisa digunakan di jalanan, namun terkendala surat menyurat. “Suratnya kan mobil. Jadi, kalau mau dipakai di perkampungan saja,” seloroh dia.
BACA JUGA: Meski Kesal Fans PSS Tewas Dikeroyok, Sultan HB X Mengaku Susah Membekukan Suporter Bola
Salah seorang warga Piyaman, R Ardityo, sering melihat pembuatan moge berbahan mesin mobil ini. Menurut dia, prosesnya unik dan dibutuhkan keahlian agar hasil sesuai dengan yang direncanakan sejak awal.
Dia mengaku sudah mencoba moge buatan Aris dan saat dikendarai di jalan enak karena tidak goyang. “Motornya unik dan dipakai juga stabil,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
RSUD Cicalengka menonaktifkan sementara seorang perawat yang diduga mengunggah komentar nirempati terkait pasien BPJS Yurizal. Rumah sakit melakukan investigasi
RSA UGM merekomendasikan sanksi berat kepada perawat DPA terkait komentar nirempati terhadap pasien BPJS di media sosial. Sejak Jumat, DPA dilarang praktik samb
Work-life balance kini menjadi prioritas utama pekerja. Simak daftar 25 profesi bergaji tinggi hingga miliaran rupiah per tahun dengan keseimbangan hidup terbai
DPRD Gunungkidul telah menyelesaikan empat raperda dan optimistis menuntaskan 12 Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) 2026, termasuk aturan reklam
YG Entertainment pastikan Jisoo, Jennie, Rosé, dan Lisa hadir lengkap di acara 10 tahun BLACKPINK di Seoul, 8 Agustus. Acara 40 penggemar di Museum Nasional Kor