Advertisement

Meski Kesal Fans PSS Tewas Dikeroyok, Sultan HB X Mengaku Susah Membekukan Suporter Bola

Sunartono
Selasa, 30 Agustus 2022 - 19:07 WIB
Bhekti Suryani
Meski Kesal Fans PSS Tewas Dikeroyok, Sultan HB X Mengaku Susah Membekukan Suporter Bola Gubernur DIY Sri Sultan HB X - Harian Jogja/Ujang Hasanudin

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Gubernur DIY yang juga Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X menilai susah membekukan suporter karena kelompok ini berdiri sendiri dan tidak melalui badan hukum.

Sultan menilai pembekuan suporter bukan solusi untuk mencegah terjadinya kekerasan antarsuporter yang terjadi di DIY. Menurutnya pembekuan tidak proporsional. "Kalau dibekukan organisasi sing main sepak bola kan tidak proporsional," kata Sultan di Kompleks Kepatihan Selasa (30/8/2022).

BACA JUGA: Pengeroyokan yang Tewaskan 2 Suporter PSS Sleman Terkait dengan Brajamusti Suporter PSIM Jogja, Polres Akan Dalami Akar-akarnya

Ia mengatakan kelompok suporter sebagai organisasi belum tentu didaftarkan berbadan hukum. Sebagian besar berdiri dari kelompok dan individu pecinta sepak bola. Oleh karena itu sangat sulit membekukan kelompok suporter. Terpenting kata Sultan, masing-masing harus membangun kesadaran mencegah terjadinya kekerasan.

"Kalau organisasi kelompok itu apa juga didaftarkan sebagai berbadan hukum, saya kira enggak. Sekadar berdiri saja itu tergantung mereka. Sulit juga, tetapi bagi saya yang perlu dibangun adalah kesadaran [untuk tidak melakukan kekerasan]," ujarnya.

HB X menambahkan penindakan terhadap pelaku kekerasan di Gamping Sleman saat ini sudah berproses di kepolisian. Sultan kembali menyampaikan rasa keprihatinannya kelompok suporter justru mengutamakan kekerasan.

BACA JUGA: Buntut Tewasnya Suporter, Bupati Sleman Ingin Pertemukan PSS dan PSIM

"Sudah berproses, kalau saya kenapa harus kekerasan, mereka menunggu orang lewat. Kalau itu memang ada kesengajaan bukan spontan, tetapi kenapa terjadi, kami prihatin mengapa kekerasan itu diutamakan. Dalam arti fisik ya sampai meninggal dan sebagainya, mengapa harus seperti itu?" ucapnya.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Arkeolog Temukan Gigi Berusia 1,8 Juta Tahun di Georgia

News
| Senin, 03 Oktober 2022, 11:27 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement