Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Hari Susanto, 42, seorang pekerja swasta asal Berbah, Sleman yang telah menjadi peserta BPJS Kesehatan selama 10 tahun terakhir./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Kesehatan keluarga dinilai setiap orang sangat berharga untuk dijaga. Dengan mengikutsertakan dalam program asuransi kesehatan semacam BPJS, tak ada rasa cemas untuk menanggung biaya pengobatan jika sewaktu-waktu sakit.
Hal ini diyakini Hari Susanto, 42, seorang pekerja swasta asal Berbah, Sleman. Sudah 10 tahun lebih dirinya menjadi peserta BPJS Kesehatan berikut istri dan dua orang anaknya. Selama menjadi peserta BPJS Kesehatan ia mengaku tak lagi khawatir dengan risiko kesehatan keluarganya.
"Kesehatan itu kan sesuatu yang mahal, sangat penting untuk dijaga. Dengan ikut BPJS Kesehatan saya merasa tidak lagi ada rasa khawatir," kata Hari, Kamis (1/9/2022).
Selama menjadi peserta BPJS Kesehatan, ia mengaku pernah beberapa kali menggunakan asuransi kesehatan milik pemerintah itu. Pada 2015 silam ia menggunakan BPJS Kesehatan untuk persalinan anak keduanya di sebuah rumah sakit swasta di Sleman.
"Semuanya gratis. Pelayanan juga optimal dan cepat, tidak ada kendala yang signifikan saat mengurus administrasi dan yang lain," jelas Hari.
Menurut dia, sebagai seorang pekerja swasta sangat penting untuk ikut serta dalam program BPJS Kesehatan. Hari menyebut, kesehatan keluarga menjadi modal penting untuk mencapai rasa aman dari risiko kesehatan yang berpotensi muncul di kemudian hari.
"Namanya masa depan kan kita tidak bisa prediksi situasi. Ketika sehat ya tidak masalah, misalnya ketika ada sesuatu misalnya sakit yang tidak direncanakan kan sudah aman," ungkap Hari.
Untuk urusan penggunaan, ia juga mengaku tidak menemui masalah. Ia hanya perlu ke fasilitas kesehatan tingkat pertama ketika merasa tidak enak badan. Jika ingin berganti fasilitas kesehatan, ia tinggal mengakses Mobile JKN yang merupakan aplikasi milik BPJS Kesehatan.
"Premi urusan kantor, sudah langsung dipotong setiap bulan. Jadi memang sangat terbantu," imbuhnya. (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.