Pedro Acosta Tercepat di Catalunya, Tes MotoGP Dihentikan Hujan
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Luas lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan Tol Jogja Bawen di atas Selokan Mataram bertambah. Dari semula sekitar 18,8 hektare bertambah menjadi 23,3 hektare.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Bawen wilayah DIY, Mustanir mengatakan jumlah tersebut kemungkinan masih berubah sebelum kegiatan sosialisasi dan konsultasi publik. "Jadi masih plus minus ya. Tapi untuk keseluruhan penambahan lahan di seksi 1 ini ada 750 bidang atau sekitar 23,3 hektare," katanya, Kamis (1/9/2022).
Dia menjelaskan, kebutuhan lahan tersebut membentang dari Kalurahan Tirtoadi di Kapanewon Mlati hingga Banyurejo Kapanewon Tempel. Beberapa padukuhan yang terdampak, katanya berada di padukuhan seperti Pundong, Sanggrahan, Jamblangan.
Selain untuk memperluas lahan di sekitar Selokan Mataram, penambahan lahan tersebut akan digunakan untuk lokasi kantor baru Badan Pengatur Jalan Tol Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
"Kami targetkan 2023 pembebasan lahan bisa dilakukan untuk seluruhnya. Termasuk pembebasan tanah kas desa dan tanah berkarakter khusus," katanya.
Berbeda dengan Satker PPK, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) DIY Krido Suprayitno menyebut luas lahan yang akan dibebaskan sekitar 19,2 hektare atau sebanyak 19,299 meter persegi. "Penamnahan lahan ada di tujuh kalurahan. Mulai Tirtoadi, Margomulyo, Margodadi, Margokaton, Banyurejo, Tambakrejo dan Sumberejo," katanya.
Kebutuhan terbanyak lahan tambahan tersebut berada di Margokaton Seyegan seluas 7.697 meter persegi dan Banyurejo seluas 3.464 meter persegi. Untuk Tirtoadi (1.229 m2), Margomulyo (253 m2), Margodadi (3.222 m2), Tambakrejo (3.166 m2) dan Sumberejo (768 m2).
BACA JUGA: Gandeng BCS, Manajemen PSS Sleman Bentuk Tim Advokasi untuk Tuntaskan Kasus Kematian Aditya
"Kami sudah membentuk tim persiapan pengadaan tahap 2 untuk penambahan lahan tol Jogja Bawen seksi 1," katanya.
Dijelaskan Krido, penambahan lahan tersebut dibutuhkan untuk mendukung konstruksi tol Jogja-Bawen yang menyinggung dengan Selokan Mataram. Sebab selokan tersebut termasuk cagar budaya yang harus dilindungi. "Untuk itu, kami menggelar sosialisasi kepada warga terdampak mulai dari Tirtoadi hingga Sumberejo nanti," katanya.
Penambahan lahan tahap kedua ini, kata Krido, akan diselesaikan dalam waktu cepat secara pararel. Setelah kegiatan konsultasi selesai di tujuh kalurahan terdampak, akan dilanjutkan dengan konsultasi publik. "Rencananya dua pekan lagi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pedro Acosta tercepat di tes MotoGP Catalunya 2026. Sesi kedua dibatalkan karena hujan, Jorge Martin mengalami crash.
Tawuran pelajar kembali pecah di dekat Stadion Mandala Krida, Jogja. Polisi menyebut aksi dipicu provokasi kelompok pelajar.
Siswa Sekolah Rakyat Gunungkidul masih belajar di luar daerah karena lahan belum tersedia, kuota terbatas
Jadwal puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 jatuh 25–26 Mei berdasarkan penetapan awal Zulhijah Kemenag
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor