Saat Barisan Pelajar DIY Diuji Terik dan Ketahanan di Mandala Krida
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Pembukaan Porda dan Paperda DIY 2022 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, beberapa waktu lalu./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN—Pertandingan dan perlombaan untuk dua cabang olahraga pada Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) III DIY 2022 dinilai sudah sesuai dengan harapan banyak pihak. Hal ini diungkapkan Ketua National Paralympic Committee (NPC) DIY, Hariyanto di sela pelaksanaan pertandingan cabor para badminton di Hall Bulutangkis FIK UNY.
Menurut Hariyanto, Peparda III di Sleman menjadi ajang terbaik jika dibandingkan dua penyelenggaraan Peparda sebelumnya. Hal ini didasarkan pada fasilitas pertandingan dan perlombaan seluruh cabor, pelaksanaan seremonial pembukaan, hingga fasilitas pendukung yang ada selama pelaksanaan kegiatan.
Salah satu fasilitas yang menurutnya menjadi nilai lebih, pada Peparda kali ini adalah dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman berupa penyediaan tim kesehatan di setiap venue pertandingan dan perlombaan. Hal tersebut sangat mendukung paralimpian dalam bertanding dan berlomba selama Peparda.
BACA JUGA: Perolehan Medali pada Porda-Peparda DIY 2022, Sleman dan Bantul Kejar-kejaran
"Ini sangat membantu paralimpian dalam bertanding dan berlomba secara maksimal tanpa ada rasa khawatir, karena tim ini datang dan pulang sesuai waktu. Kemarin ada beberapa rekan kami paralimpian dari para badminton yang mengalami masalah kecil, semua bisa teratasi," paparnya.
Tak hanya fasilitas kesehatan yang sangat mendukung paralimpian untuk tampil maksimal, fasilitas venue pertandingan dan perlombaan juga dinilai sangat baik dan ramah penyandang disabilitas. Hingga kemarin, tercatat baru dua cabor yang telah menyelesaikan pertandingan dan perlombaan, yakni para badminton di Hall Bulutangkis FIK UNY dan para angkat berat di Gedung Serbaguna Kalurahan Condongcatur.
Dari dua cabor tersebut, Hariyanto menilai pelaksanaan berjalan dengan lancar dan venue pertandingan juga sangat layak dan baik. "Pelaksanaan tidak ada kendala dan berjalan dengan baik. Kami sudah sejak Peparda lalu menggunakan fasilitas di UNY, sehingga secara umum tidak ada masalah, bagus dan ramah bagi rekanrekan kami penyandang disabilitas baik yang akan tanding atau yang ingin menonton," tegasnya.
BACA JUGA: Porda DIY: Kalahkan Bantul di Final, Tim Futsal Putri Sleman Tambah Koleksi Emas
Selain hadirnya tim kesehatan dan kondisi venue yang baik, Hariyanto juga melihat upacara pembukaan Peparda III DIY 2022 yang dibarengkan dengan pembukaan Porda XVI DIY 2022, juga menjadi upacara pembukaan yang paling meriah dibandingkan sebelumnya.
"Openingnya sangat meriah. Kami ingat, Peparda pertama kami gelar sendiri oleh NPC, kedua di Kota Yogyakarta, dan yang kemarin memang paling meriah," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Jadwal SIM Keliling Jogja Selasa 29 September 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Cek jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 29 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
Pemilih lintas domisili diminta diatur dalam revisi UU Pemilu, termasuk soal representasi politik bagi warga yang mencoblos jauh dari daerah asal.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengingatkan 87 calon lurah untuk menghindari politik uang menjelang Pilur 2026.
Dua narapidana Lapas Cibinong diperiksa setelah ditemukan Ombudsman di area SAE yang disebut sebagai klaster mewah.