35 Anak di Gunungkidul Lolos Sekolah Rakyat 2026, Data Final Tunggu SK
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Ilustrasi pencarian nelayan hilang di laut./Istimewa
Harianjogja.com, BANTUL—Seorang nelayan di Pelabuhan Sadeng, Kalurahan Songbanyu, Girisubo, Didit, 25, dinyatakan hilang saat buang air besar (BAB) alias berak di laut, Sabtu (10/9/2022) pagi. Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, korban belum diketemukan.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah I DIY di Pantai Sadeng, Sunu Handoko mengatakan Didit adalah nelayan kapal sekoci Putra Usaha. Dia hilang saat berak sekitar pukul 07.00 WIB di sekitar 45 mill dari Pelabuhan Sadeng.
Peristiwa bermula saat Didit buang air besar (BAB) di galangan pada saat kapal berjalan. Aktivitas ini diketahui oleh salah seorang anak buah kapal (ABK) lainnya di kapal tersebut. Nelayan sudah biasa berak di galangan.
Namun, sekitar lima menit setelah berak, Didit tak terlihat di galangan maupun tempat lain di kapal. Nakhoda bersama ABK di kapal pun mencari Didit, tetapi tak dapat menemukannya.
“Kapal sekoci membawa tiga nelayan. Satu nakhoda dan dua ABK. Salah satunya merupakan korban,” kata Sunu kepada wartawan, Sabtu malam.
Menurut dia, di lokasi kejadian tidak ada sinyal. Setelah mencari beberapa jam, nakoda kapal memutuskan bergerak mencari jaringan telekomunikasi untuk memberitahukan kepada pemilik kapal.
“Sinyal baru ada sekitar pukul 15.00 WIB. Nakhoda langsung mengabari pemilik kapal kalau ada seorang ABK hilang tercebur ke laut,” katanya.
Peristiwa ini langsung dilaporkan ke SAR Satlinmas Wilayah 1 DIY. Lantaran hari sudah larut, pemilik meminta nelayan di kapal sekoci ini pulang ke Pelabuhan Sadeng.
“Rencananya pagi [Minggu 11/9/2022] pencarian dilakukan kembali dengan melibatkan tiga kapal sekoci,” katanya.
Sunu menduga Didit terpleset atau terjengkang saat berak. “Jadi kemungkinan terjengkang hingga tercebur ke laut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 anak Gunungkidul lolos Sekolah Rakyat 2026. Namun data final masih menunggu SK Gubernur DIY Sri Sultan HB X.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.