Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari beberapa perguruan tinggi negeri serta swasta di DIY mendeklarasikan seruan moral tentang pemilihan umum (pemilu) berkualitas dan demokrasi yang bermartabat di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (17/9/2022)./Harian Jogja-CRY22
Harianjogja.com, SLEMAN—Rektor dan pimpinan perguruan tinggi dari beberapa perguruan tinggi negeri serta swasta di DIY mendeklarasikan seruan moral tentang pemilihan umum (pemilu) berkualitas dan demokrasi yang bermartabat di Balairung Universitas Gadjah Mada (UGM), Sabtu (17/9/2022).
Rektor UGM Prof. Ova Emilia berkata, “Perguruan tinggi merupakan pelopor untuk membentuk negara, salah satunya mengawal hal-hal yang baik [pemilu berkualitas dan demokrasi yang bermartabat] yang perlu diliterasikan ke publik.”
Prof. Ova Emilia memimpin pembacaan seruan moral. Menurut dia, pemilu adalah mandat reformasi sebagai pintu masuk pergantian dan keberlanjutan kepemimpinan dengan legitimasi moral dan sosial yang tinggi untuk kemaslahatan bangsa.
Seruan moral berisi 10 ajakan kepada seluruh komponen bangsa: masyarakat sipil; civitas akademika; dan media untuk menjadikan pemilu sebagai media pendidikan politik, menciptakan pemilu yang partisipatif dan tidak dimonopoli segelintir elite kelompok oligarki yang mengabaikan kepentingan publik, serta menghindari politik biaya tinggi dan politik uang.
Dalam deklarasi tersebut, rektor dan pimpinan universitas di DIY juga mengajak seluruh komponen bangsa untuk menghindari politisasi agama, etnis dan ras. Selain itu, mereka mendesak elite politik, penguasa ekonomi, partai politik, dan penyelenggaraan pemilu memberikan keteladanan berintegritas dan bermartabat dalam berdemokrasi. Dalam seruan tersebut, rektor dan pimpinan universitas mendorong seluruh komponen bangsa tidak mudah terpengaruh hasutan, hoaks, dan ujaran kebencian, dan menuntut partai politik dalam menjamin akuntabilitas dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Rektor dan pimpinan universitas pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dan kritis dalam penyelenggaraan bernegara dan bermasyarakat, dan tidak menggunakan kebebasan demokrasi secara manipulatif. Mereka mengajak seluruh civitas akademika, masyarakat sipil, dan media berperan aktif melakukan edukasi untuk meningkatkan demokrasi dan kemerdekaan.
“Kami percaya perguruan tinggi punya tanggung jawab moral untuk secara moral mendorong kualitas pemilu menjadi lebih baik. Kampanye yang kita bayangkan tidak seperti dulu, Kampanye yang dimaksud adalah menghadirkan dan mengundang politisi ke kampus dengan rule of the game yang dibangung oleh kampus. Berdebat, berdiskusi bukan mobilisasi, untuk bertarung ide, argumen yang jauh lebih berharga dari dari mobilisasi. Harapannya ini sebagai diskursus awal belum ada keputusan [rencana kampanye di kampus] dari perguruan tinggi secara nasional,” kata Wakil Rektor UGM Arie Sujito.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo Jumat 22 Mei 2026. Berangkat hampir tiap jam dengan tarif Rp8.000, praktis dan hemat.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.