Kemarau Datang, Gunungkidul Siapkan Droping Air Mulai Juli
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL — Hingga September 2022, tercatat ada 20 warga Gunungkidul yang meninggal dunia akibat bunuh diri. Berdasarkan data Polres Gunungkidul, kasus terbanyak dilakukan dengan cara gantung diri.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, AKP Suryanto mengatakan, sepanjang 2022 ini sudah ada laporan 20 bunuh diri sebanyak 20 kasus. Dia berharap hingga akhir tahun mendatang tidak ada penambahan.
Kasus bunuh diri terbaru terjadi di Kalurahan Gading, Playen pada Rabu (21/9/2022) pagi. Menurut dia, berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka bunuh diri di Bumi Handayani, baik melalui anggota Babinkhamtibmas dengan melalukan penyuluhan ke masyarakat.
Selain itu, anggota polwan Polres Gunungkidul juga menggalakan kegiatan sambang rumah warga untuk memberikan edukasi tentang bahaya bunuh diri.
“Tidak hanya edukasi, tetapi juga ada pemberian obat ke kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program penyuluhan,” kata Suryanto, Rabu siang.
BACA JUGA: Pengunjung Keluhkan Akses ke Pantai Widodaren, Masih Berbatu dan Kadang Licin
Menurut dia, kasus gantung diri masih mendominasi. Pasalnya, dari 20 kasus yang ada, 19 kasus dengan cara gantung diri. Sedangkan satu kasus lainnya dengan menceburkan diri ke sumur.
Berdasarkan hasil penyelidikan petugas di lapangan kasus bunuh diri terbanyak disebabkan karena depresi penyakit yang diderita tak kunjung sembuh. Kondisi inilah yang membuat warga nekat mengakhiri hidup dengan bunuh diri.
Disinggung mengenai kasus bunuh diri di Gunungkidul, dia mengakui jumlahnya terus naik turun setiap tahunnya. Sebagai gambaran di 2020 lalu ada 26 kasus, sedangkan setahun berikutnya ada 38 kasus. “Untuk pencegahan dibutuhkan partisipasi dari semua pihak,” katanya.
Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati mengatakan, bunuh diri terjadi karena bebera faktor, muai dari psikologis, sosial dan budaya serta faktor risiko lainnya. “Tidak hanya karena satu masalah, tetapi memang kompleks sehingga terjadi kasus bunuh diri,” katanya.
Menurut Ida naiknya kasus bunuh diri menjadi tantangan bersama untuk melakukan upaya pencegahan. Langkah pencegahan dapat dilakukan komitmen bersama untuk penanggulangan. “Harus bahu membahu mulai dari pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat sehingga hasilnya bisa lebih dimaksimalkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul siapkan droping air bersih mulai pekan kedua Juli. Total 1.150 tangki disiapkan untuk antisipasi kekeringan.
Prabowo menyebut relief Ramayana di Candi Prambanan menjadi saksi kedekatan peradaban Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun.
Toyota kembali membuka pemesanan Land Cruiser 70 di Australia dengan mesin 2.800 cc yang kini memenuhi standar emisi Euro 6d.
Komdigi menegaskan media lokal harus menjaga kepercayaan publik, kredibilitas, dan mengembangkan jurnalisme positif di era digital.
Bank Mandiri memperkuat keamanan transaksi digital melalui sistem proteksi berlapis untuk menjaga kenyamanan dan data nasabah.
Prabowo dan Narendra Modi meluncurkan kolaborasi Indonesia-India untuk konservasi Candi Prambanan, termasuk revitalisasi candi perwara.