Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPST Piyungan, Rabu (23/12/2020)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—PD Aneka Dharma terus berupaya mengembangkan unit usaha. Kali ini usaha yang akan dijalankan adalah penggelolaan sampah. Sebelumnya Perusahaan Milik Daerah (Perumda) Pemkab Bantul yang bergerak di bidang percetakan dan pengadaan alat tulis kantor ini juga sudah mengembangkan unit usaha dalam penjualan alat kesehatan dan apotek.
Direktur Utama PD Aneka Dharma Yuli Budi Sasangka mengatakan sampah yang akan dikelola adalah sampah dari wilayah kota Jogja. Menurutnya Jogja setiap hari membuang 254 ton sampah organik maupun anorganik ke Tempat Pembungan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan.
“Harapannya 40% sampah anorganik bisa kami kelola dan kami pilah biar mengangkat Perumda Aneka Dharma,” katanya, Sabtu (24/9/2022).
Sampah-sampah anorganik yang dikirimkan Pemkot Jogja akan dipilah kembali oleh Aneka Dharma sesuai jenisnya seperti rongsokan, thermoplas dan sampah karbon. Dari rongsok akan dipilah-pilah kembali, ada yang plastik, beling, kaca, kertas, dan logam.
“Seandainya sudah dilakukan pemilahan nilai jual akan jauh lebih tinggi. Itu yang akan kita kelola agar sama-sama saling menguntungkan,” ujarnya.
Budi beralasan dipilihnya unit usaha pengelolaan sampah karena sampah tidak akan pernah habis setiap harinya, bahkan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga maupun tempat usaha akan selalu bertambah setiap harinya, sehingga ia menilai itu merupakan salah satu peluang usaha atau peluang bisnis yang perlu dilakukan.
Ia mencontohkan sampah bekas minuman kemasan air mineral per kilogram bisa laku sampai Rp5.500. Harga tersebut belum dipisahkan antara tutup dan labelnya. “Kalau sudah terpisah antara tutup dan labelnya harga bisa sampai Rp11.000 per kilogram,” ucapnya.
Pihaknya sudah menganalisa banyak perusahaan industri daur ulang sampah membutuhkan material terutama yang sudah terpisah antara plastik, logam, kaca, dan kertas. Kapan rencana tersebut akan dilakukan, pihaknya baru menyampaikan rencana tersebut kepada bupati Bantul Abdul Halim Muslih, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bapperda) serta Dinas Lingkungan Hidup. Sebab yang melaukan kerja sama nantinya adalah Pemkab Bantul dan Pemkot Jogja.
Jika sudah disetujui bupati, pihaknya akan langsung bergerak. Setidaknya butuh modal Rp2-3 miliar untuk mengembangkan usaha pengelolaan sampah tersebut. Dana itu belum termasuk dengan pengadaan peralatan. Ke depan, Aneka Dharma tidak hanya melakukan pemilahan sampah, namun akan mengelolanya, salah satunya sampah plastik menjadi thermoplas.
BACA JUGA: YIA Diharapkan Jadi Motor Ekspor di DIY
“Tapi tahap awal kita mengelola pemilahan dulu dan memasukkanya ke indutri pengolahan sampah,” ujar Budi.
Lebih lanjut Budi mengatakan sampah yang akan dikelola saat ini baru kerja sama dengan Pemkot Jogja. Namun ke depan pihaknya juga tidak menutup kemungkinan untuk menarik sampah dari wilayah Bantul.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Ari Budi Nugroho mengaku belum mengetahui pasti sistem pengelolaan sampah yang akan dilakukan Aneka Dharma karena baru dalam tahap paparan awal dengan bupati Bantul dan Bappeda, “Kami masih melihat nanti akan seperti apa,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.