Kamu Lulusan SMA/SMK dan Ingin Kerja di Dunia Penerbangan? Ada Info Menarik nih!
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki jajan gudeg di Pasar Rakyat Jogja Gumregah di eks kampus Stiekers Jl. Parangtritis Km 3 Salakan Yogyakarta, Kamis (29/9/2022) sore./Ist
Harianjogja.com, JOGJA-Legenda tenis Indonesia Yayuk Basuki terlihat berjalan-jalan ke Pasar Rakyat Jogja Gumregah di eks kampus Stiekers Jl. Parangtritis Km 3 Salakan Yogyakarta, Kamis (29/9/2022) sore. Mengenakan busana kasual kaus lengan panjang warna merah menyala, ia terlihat menikmati suasana pasar rakyat yang dikonsep sama persis dengan pasar malam Sekaten.
Kedatangan Yayuk Basuki disambut panitia penyelenggara pasar rakyat yang juga Ketua Sekber Keistimewaan DIY Widihasto Wasana Putra dan founder Altar Ria Production Inung Norzani.
Yayuk Basuki tak canggung blusukan di sela-sela keramaian pengunjung pasar rakyat. Di stan pedagang coffe Bageurhause, Yayuk Basuki memesan kopi panas. Ia mengaku penyuka minuman kopi. Sehari minimal dua gelas.
"Sejak usia 7 tahun saya sudah biasa minum kopi. Terbawa sampai sekarang. Apalagi waktu di Kemenpora, bisa 7 gelas dalam sehari," ungkapnya dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (30/9/2022).
Puas berjalan-jalan Yayuk Basuki menjatuhkan pilihan bersantap malam di stan gudeg mercon Bu Prihandi. Yayuk Basuki memilih lauk telor dan oseng-oseng mercon. "Enak gudegnya. Rasanya mantab," ujarnya sembari tersenyum.
Baca juga: Setelah 26 Tahun, Petenis Legendaris Yayuk Basuk Akui Mengalah di US Open 1996 Demi Bela DIY
Yayuk Basuki mengaku dulu waktu duduk di bangku sekolah dasar Bhayangkara Balapan Yogyakarta, ia kerap diajak jalan-jalan orang tuanya ke pasar malam perayaan Sekaten di Alun-Alun Utara. "Dari rumah diboncengin ayah saya naik sepeda ke Alun-Alun Utara. Rasanya seneng banget bisa main ke pasar malam Sekaten. Naik drum molem, jaran-jaranan, beli jajanan bolang baling, gelali," kenangnya.
Menurut Yayuk Basuki, pasar malam harus terus dipertahankan di Jogja karena sudah menjadi ciri khas yang melekat kuat. Selain itu juga menjadi ajang para pedagang kecil mengais rejeki serta sarana hiburan murah bagi masyarakat kecil.
Semasa kecil Yayuk Basuki tinggal di Balapan Gondokusuman Yogyakarta. Memasuki SMP pindah ke pusat pembinaan olahraga di Ragunan Jakarta. Saat klas 2 SMP usia 14 tahun Yayuk Basuki tercatat ikut SEA Games 1985 di Bangkok meraih medali perak. Momen tersebut menjadi awal debutnya di dunia tenis profesional.
"Selama ini karena tuntutan pekerjaan saya banyak tinggal di Jakarta. Sekarang saya lebih banyak tinggal di Jogja. Saya rasanya punya hutang untuk ikut membangun dunia ke olahragaan di tanah kelahiran saya Jogja," akunya.
Totalitas Yayuk Basuki sendiri membela Jogja sangat besar. Sejak tahun 1981 sampai dengan 1996 selalu menjadi atlet tenis kontingen DIY di ajang Pekan Olah Raga Nasional. Komitmen ini diakuinya merupakan kecintaannya kepada Jogja.
"Tahun 1989 pernah ditawari pindah ke Provinsi Jawa Timur dengan iming-iming uang. Tapi kan saya bertanding tidak semata-mata untuk uang. Apalagi saat itu orangtua masih sugeng [hidup]. Seusai saya meraih medali dapat penghargaan Sri Sultan itu sangat membanggakan ayah saya," papar Yayuk.
Yayuk Basuki adalah petenis yang mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia di tahun 1990-an. Emas pertama di ajang internasional diraih tahun 1986 di Asian Games di Seol. Saat itu meraih medali emas satu-satunya bagi Indonenesia
Yayuk menjadi atlet wanita pertama Indonesia yang menginjakkan kaki di lapangan turnamen tenis bergengsi seperti Wimbledon, Australia Open, Prancis Open, Kanada Open, Thailand Open dan lainnya untuk berhadapan dengan petenis dunia seperti Martina Navratilova, Steffi Graf, Natalia Zvereva, Jana Novotna dan lainnya. Prestasi membanggakan Yayuk Basuki yakni pernah bertengger menempati rangking 19 dunia.
Saat ini Yayuk Basuki banyak menginisiasi kegiatan olahraga di Jogja. "Saya ingin merenovasi lapangan tenis yang ada di kompleks Balapan Yogyakarta. Dari lapangan itulah saya mengawali karir tenis saya. Mudah-mudahan pihak Kraton Yogyakarta sebagai pemilih tanah mengizinkan saya mempercantik lapangan tenis itu," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Saat ini Super Air Jet sedang memberikan peluang menarik untukmu untuk bergabung menjadi Super Crew di dunia penerbangan.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya berdasarkan data resmi KAI Access.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.