Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Pegadaian Ajak Nasabah Tenang Saja Bersama Tring!
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT Pegadaian (Persero) menggelar intimate dinner bertajuk “An Evening with Pegadaian"
Seminar bertajuk Keluarga Pembaharu: Tingkat Kualitas Keluarga Indonesia, di Kantor DP3AP2 DIY pada Kamis (6/10/2022)./Harian Jogja
JOGJA—Tingkat kematian ibu dan anak di DIY meningkat. Penyebabnya, perkawinan anak, kekurangan gizi, dan kondisi pandemi.
Data Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIY menunjukkan ada 40 kematian ibu pada 2020 menjadi 131 jiwa pada 2021, sementara kematian bayi mencapai 270 kasus.
Catatan DP3AP2 DIY menunjukan kematian ibu paling banyak pada rentang usia 20-35 tahun, dengan tertinggi terjadi pada usia 20 tahun ke bawah. Peningkatannya sebanyak 12 kali lipat. Sementara tingkat kematian bayi paling banyak terjadi di usia 28 hari.
Kepala DP3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi menjelaskan berbagai upaya dilakukannya untuk menangani masalah tersebut. “Upaya ini bisa dilihat dari Indeks Pemberdayaan Gender (IPG) yang terus meningkat di DIY tiap tahunnya,” katanya, dalam seminar bertajuk Keluarga Pembaharu: Tingkat Kualitas Keluarga Indonesia, di Kantor DP3AP2 DIY pada Kamis (6/10/2022).
Data DP3AP2 menyebut IPG pada 2019 menunjukan angka 73,59, meningkat jadi 74,59 pada 2020, lalu pada 2021 angkanya sebesar 76,57. “Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan IPG, dari pendampingan ekonomi keluarga, penguatan jejaring ketahanan pangan, hingga pelatihan kader Bina Keluarga Sejahtera,” jelas Erlina.
Langkah lain yang diupayakan DP3AP2, lanjut Erlina, adalah pengendalian penduduk dan keluarga berencana serta perlindungan perempuan dan anak. Pasalnya angka perkawinan anak menunjukan peningkatan tiap tahunnya karena pandemi.
“Edukasi dan sosialisasi terkait kesehatan seksual terus dilakukan dengan kampanye anti-pernikahan usia anak, lalu penguatan forum perlindungan korban kekerasan hingga pelatihan sistem pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak,” jelas Erlina.
Sementara itu, Nur Hasyim dosen Fisip UIN Walisongo yang juga jadi narasumber seminar tersebut menjelaskan peran ayah dalam keluarga juga penting untuk menanggulangi kematian ibu dan bayi.
Hasyim yang juga penggagas Aliansi Laki-laki Baru menjelaskan tanggung jawab laki-laki sama untuk mengatasi masalah tersebut. “Pengasuhan anak dan peran domestik lain juga jadi tanggung jawab ayah juga bukan hanya ibu,” katanya, Kamis siang.
Namun, Hasyim mengingatkan peran ayah dalam pengasuhan tersebut bukan dimaksudkan untuk turut menguatkan posisi dan kuasanya. “Karena peran tersebut memang jadi tanggung jawabnya juga bukan untuk meningkatkan kuasanya,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional, PT Pegadaian (Persero) menggelar intimate dinner bertajuk “An Evening with Pegadaian"
Kabupaten Sleman masih kekurangan ratusan tenaga kesehatan. Dinkes mempercepat rekrutmen BLUD yang kini memasuki tahap CBT sembari menunggu formasi ASN dari Kem
Liverpool resmi menggandeng Turkish Airlines sebagai sponsor utama jersei mulai musim 2027/2028. Nilai kontraknya disebut menjadi yang terbesar dalam sejarah Pr
Boy Thohir memperluas investasi ke MGLV yang bergerak di data center dan AI. Simak kepemilikan dan arah ekspansi bisnisnya.
Geely Panda Mini Karting Edition resmi meluncur di China dengan harga sekitar Rp115 juta. Mobil listrik mungil ini memakai baterai CATL dan mampu menempuh jarak
Warga Semin berburu emas di Kali Oya yang mengering saat kemarau. Aktivitas ini menjadi pekerjaan sampingan bagi petani yang kesulitan air.